h1

Let’s Be Honest: Perempuan Itu Suka Di Puji.

Juni 30, 2009

Saya wanita. Oh tanpa saya bilangpun harusnya sudah terlihat ya…dari rambut megaloman saya ini, dari make-up saya, dari pakaian saya yang jarang sekali menenakan celana, dan dari gaya saya bicara. Seharusnya siy sudah terlihat kalau saya ini perempuan tulen. Ada yang bilang rupa saya seperti bencong? “Jitak yang ngomong begitu!” …tega banget siy kalian..emang siy saya ganjen dan genit! terus dandannya juga menor, udah gitu selera pakaiannya juga ajaib! …..mm…..eh iya ya….apa bedanya saya sama bencong ya???

HEH!?!?

Bencong itu gak ada yang punya suami ganteng kayak laki gueee, terus juga gak ada yang bisa melahirkan anak kayak gue jugaaaa!!!

Siapa siy yang bilang gue kayak bencong???

“Yess…”

“Ya?”

“Yang bilang elo sendiri kallleeeeeeeeeee!!!”

*Di panggang idup-idup*

Hihihi, maaf ya..jadi ngelantur..*udah biasaaaaaa, emang kapan situ pernah fokus kalo ceritaaaa yessyyyy*

Saya cuma mau bilang, kalau saya ini termasuk perempuan yang senang di manjakan telinga dengan pujian. Dengan kata-kata indah. Bukan gombal ya…saya tau kok kapan saya sedang di gombalin dan kapan saya sedang di puji secara tulus. Di mana-mana, makhluk perempuan itu selalu senang di puji. Owh, kami bisa kelepek-kelepek hanya dengan kata-kata…

“Kamu cantik hari ini..”

“Baju ini pas banget di tubumu, kamu terlihat sangat sexy, sayang”

Atau yang simple aja …sesimple

“Hey, pagi ini kamu keliatan cerah banget deh!”

Ohh….satu kalimat itu saja sudah sukses bikin mood saya bagus sepanjang hari!. Ayo deh, ngacung…siapa siy yang gak suka di puji seperti kalimat diatas???

Masalahnya adalah…kaum adam, terkadang tidak mengerti hal itu :) . Okey lahhh…mereka mungkin punya prinsip…”I am not the talking kind a man, i am the man with action!” hihih…iyaaa..iyaaa…..kami perempuan-perempuan amat sangat mengerti itu, sayang…Tapi banyak hal kadang kami ingin dengarkan dar bibir-bibir kalian para lelaki.

Sesusah apa siy kalian memuji pasangan kalian yang sudah berdandan sekian lama untuk menemani kalian ke pesta? Kalau pasangan kalian terlihat cantik…kalian juga yang bangga dan senang, kan?

Sebuah pujian, atas perbuatan, atas penampilan….sedikittt saja….itu membuat seseorang merasa di hargai dan merasa dirinya lebih baik dari sebelumnya.

Heran, giliran istrinya keliatan mekar dikit, keliatan lusuh, kusam dan gak asik…beeeuuhhhh…..gak perlu di suruh biasanya mulut-mulut para bapak-bapak ini langsung dengan lancarnya berbicara…

“Kamu gendut, diet gih!”

Atau…

“Kamu tuh gak ada pantes-pantesnya pake baju kayak gini, ganti!”

Hihihi

Oowwhhh…lelakiii, iya…maksud saya pria-pria yang punya pasangan, punya istri, punya pacar…mulai sekarang…please dehh…ilmu cueknya di singkirin dulu. Pake ilmu jurus care! Gak butuh 1 menit hanya untuk mengucapkan sebuah kalimat pujian sederhana atau sekedar ucapan terimakasih atas teh hangat yang di buatkan pasangan kamu. Gak akan menyita waktu kamu banyak-banyak kalau kamu mau sedikit saja mengutarakan isi hati kamu. Katakan padanya bahwa kamu sayang, katakan padanya bahwa kamu perduli…

Coba deh…mulai hari ini…belum terlambat kan ? :)

Tapi, saking gak pernah memuji pasangannya, pasangan yang mendapat pujian tiba-tiba langsung mikir…”Edan! Laki gue pasti lagi ada maunya, tumben manis banget! sampe muji-muji segala!!!”

Wakakakakakakka!!!

Salah lagiiiiiiiiiiiii :P

h1

What I Think About “Jodoh”…

Juni 29, 2009

Jodoh itu apa siy?

Kapan kita tau kita berjodoh dengan seseorang?

Kalau orang menikah, lantas cerai, apa itu masih jodoh namanya???

Jadi yang namanya jodoh itu seperti apaaaaaa?!?!?

Seorang teman yang baru saja putus dari pacarnya menanyakan pertanyaan-pertanyaan itu kepada saya. Jujur, saya sendiri yang sudah menikah dan punya anak saja, saya tidak tau bagaimana cara menjawab pertanyaan-pertanyaan itu. Menurut saya tidak ada yang pasti, tidak ada yang mutlak, dan tidak ada yang …mm…abadi.

Bukannya saya pesimis. Saya siy percaya sekali bahwa someone somewhere is made for you. Bahwa kita memang memiliki pasangan yang di gariskan oleh Allah. Tapi saya juga percaya bahwa jodoh itu butuh usaha, butuh yang namanya ikhtiar, butuh perjuangan dan doa…dan tanpa itu semua, mustahil kamu bisa mendapatkannya dengan mudah.

Oh, mungkin definisi di atas akan pas jika saya bicara tentang seseorang yang sama sekali jarang memiliki hubungan, jarang pacaran, atau bahkan gak pernah…tapi bagaimana dengan kasus teman saya barusan??? jari saya bisa habis untuk menghitung berapa kali dia menjalin hubungan kasih dengan seseorang. Putus, nyambung, puuuttttuusssss….nyambung, lantas putus, dan kembali nyambung! edan…ada kali 30kali…hehehe..lebay ya saya?

Bukan berarti dia susah menemukan seseorang kan? intinya dia gampang saja menemukan orang yang tertarik padanya dan pastinya dia juga tertarik sama orang itu. Lantas? apa begitu saja? selesai? semudah itu???

Tentu saja tidak! hihi…

Hubungan cinta antara dua orang manusia yang terdiri dari beda kepala dan beda kepribadian itu pasti mengalami benturan. Seorang teman saya bahkan pernah putus cuma gara-gara mantan pacarnya tidak suka makan pecel lele!

“Yessy!! gue itu maniak banget sama pecel lele!!! eh masak iya gue pacaran sama cowok yang geli ngeliat lele!!! menurut lo!??!?!”

Hehehe, agak berlebihan menurut saya. Tapi sekali lagi, bukan hak saya untuk menilai. Keputusan untuk terus bersama atau tidak tentunya ada di tangan teman saya itu. Well, menurut saya cinta itu butuh kompromi…Bukan perkara seberapa besar kamu mencintainya, bukan perkara seberapa ingin kamu memilikinya menjadi pasangan hidupmu…tapi tentang bagaimana kamu bisa menerima pasangan hidupmu apa adanya, tentang bagaimana kamu bisa bersikap dan menyesuaikan diri agar pasanganmu mau mengerti dan tidak keberatan. Ada hal-hal yang mungkin kamu rasa “Heyyyy..ini gue banget!” Tapi bagaimana jika hal yang kamu banget itu tidak di sukai dengan pasanganmu? mm? ‘Gampang Yess, cari yang lain!!! emang cowok atau cewek cuma dia aja!!!” Owh….hehe…okey.

Maaf ya, kalau kamu salah satu yang menjawab seperti barusan, saya rasa kamu belum dewasa, belum siap berkomitmen…dan jangan salahkan Tuhan kalau kamu mungkin belum berjodoh.

IHHH YESSSYYYY ..SO K TAU DEH LOOOOOOO!!!

Hahahaha, iya niyy…kok saya jadi sok tau ginih ya :P

Bukan gitu, saya cuma ingin berbagi pandangan dan pola pikir. Saya tidak mengerti bagaimana pola berjodoh, saya tidak mengerti bagaiman caranya memastikan agar pasangan yang kita pilih ini adalah jodoh kita sampai mati.

Tapi tetap ada yang namanya usaha dan saling pengertian. Cinta itu butuh pengorbanan bukan?

Hiyaaaaa :P ..Senin gini kok ngomongin cinta :P kekekekekeke…lebay benerrr gueeee :p

Gini deh, kalau saya…Jodoh gak jodoh itu ada di tangan kita. Kita yang berusaha, dan kita yang memastikan..ingat memastikan…bukan menentukan. Karena tetap ada campur tangan Tuhan didalamnya.

Bisa saja kamu mencintai pasanganmu karena dia tampan, mapan, kaya…Bisa saja pasanganmu menyukai karena kamu cantik, pintar, romantis..tapi semua itu akan hilang kalau kkalian melupakan rasa pengertian, rasa saling menghormai dan menghargai..dan rasa ingin terus bersama sampai akhir hayar nanti.

Saya tidak percaya mulut yang selalu mengatakan cinta, walaupun dia berkata aku mencintaimu sampai mati. Tapi saya amat percaya ketika ada orang yang berkata:

Saya memilihmu untuk menjadi teman hidupku, saya tidak bisa berjanji akan selalu memberikanmu kebahagiaan karena mungkin saja kelak saya akan membuatmu menangis. Tapi percayalah bahwa saya akan selalu ada di sisimu di saat yang terbaik dan yang terburuk. Bahwa saya akan memelukmu dan menggenggam tanganmu kapan saja kamu butuhkan. Saya mungkin tidak bisa memberikan bulan dan bintang untuk membahagiakanmu, tapi saya adalah seseorang yang amat sangat ingin tumbuh tua dan menghabiskan waktu hidup saya bersamamu. Saya mencintaimu, saya mohon….kamu berjuang bersama saya untuk mewujudkan hal itu.

Sekali lagi, jodoh?? ….Hey…cuma kamu sendiri yang bisa menjawabnya :)

Love is patient, love is kind. It does not envy, it does not boast, it is not proud. It is not rude, it is not self-seeking, it is not easily angered, it keeps no record of wrongs. Love does not delight in evil but rejoices with the truth. It always protects, always trusts, always hopes, always perseveres.

Jadi, apakah kamu sudah berjodoh dengan pasanganmu sekarang? :)

h1

Sosialita, Sosialkah kamu?

Juni 22, 2009

Setiap Minggu, gue selalu menyempatkan diri baca Kompas. Kenapa? kaget gue baca koran? *tendang yang kaget barusan* kenapa?!?! Gue gak ada tampang baca koran?? adanya tampang baca stensilan Enny Errow yang tebar kata menggelinjang di mana-mana!?!? *tendang lagi yang mikir kayak gitu!!!* JAHAT!! i do read paper, read novel, ya walaupun lebih seneng lagi kalo di suruh belanja alat-alat make-up, but at least gue baca bosss..

Balik lagi ya…jadi…setiap Minggu itu, selalu ada rubrik atau kolom Sosialita. Kenapa gue tertarik membacanya?…Mmmm….kenapa ya?? hehe. Menurut gue selalu ada alasan lucu untuk membacanya, tentang gaya hidup kaum kelas atas, yang punya gantungan kunci mobil Luis Vutton dengan harga 12 juta. Mengenakan tas Hermes, Gucci, Celline, yang intinya cuma gue sanggup beli kw 2 nya aja. APA!??! YESS!?!? LO BELI KW 2!?!?…..*pasang muka sinis, bibir ke atas, mata melirik sadis bin najies*

HEH! KW 2 nya aja bisa 400 ribu! KW 1 nya bisa Sejuta!!! aslinya!?!? EDAN! Puluhan juta!!! Yang kalo gue jual mobil-mobil tua koleksi laki gue juga belum tentu kebeli 1 biji! hiks….serem bener ya harga tas-tas itu…

Gue belum search definisi sosialita di wikipedia.Tapi terus terang, bikin bingung aja. Kenapa mesti di namain sosialita ya? Soalnya gue malah engehnya mereka melakukan tindakan sosial yang berguna untuk masyarakat, bermanfaat untuk orang banyak, dan setidaknya tidak bergaya berlebihan dan cenderung jor-joran. Correct me if i am wrong. Sosialita itu adalah gaya hidup yang amat sangat jauh dari sederhana, bahkan lebih dari mapan, super mewah. Sebagian orang memang terlahir beruntung, anak seseorang yang penting dinegeri ini lah. Yang kalo bisa makan siangnya di Singapore, makan malamnya di Papua Newgunea *pas gak tuh perumpamaannya:P, hehe*

Untuk mereka, gantungan kunci Prada dengan harga 3 juta mungkin sepele. Tapi bagi sebagian orang, uang 10 juta aja udah bikin seseorang menyembah kaki seorang Helmy Yahya (liat kan acara-acara itu?)….well, ironis ya :) .

Gue tidak menyalahkan siapa-siapa di sini. Seandainya gue yang terlahir sebagai anak seseorang yang amat sangat berada dan super kaya, mungkin gue juga akan sama centilnya dengan sosialita-sosilita itu. Yang sibuk berburu koleksi sepatu Manollo Blahnik, yang tidak perlu mengejar midnight sale di Debeinhams *yang udah di diskon 80% aja masih ratusan ribu! EDAN!* yang mungkin santay aja menggunakan pakaian rancangan Versace , Dolce & Gabbana….HUWAAAAAAA…..GUE BEGO AJA KALO GUE BILANG GUE GAK NGIRI SAMA MEREKA!!!

Tapi honestly, gue lebih iri sama mereka-mereka yang namanya mungkin tidak terkenal tapi bisa berguna bagi sekelilingnya.  Mungkin tasnya bukan Luis Vuttone atau Hermes, tapi tas tangan dari plastik hasil bahan daur ulang bikinan anak-anak jalanan. Mungkin tidak begitu engeh dengan club-club yang sedang happening saat ini, tapi setidaknya selalu update dengan kegiatan-kegiatan sosial yang di selanggarakan oleh komunitas kaum pinggiran, yang mungkin tidak ikut Cub jet set apapun, tapi mampu merangkul dan memeluk ana-anak yang kurang beruntung.

Karena gue pikir. Bukan masalah apa yang sudah lo dapatkan dalam hidup ini. Tapi apa yang sudah lo berikan dan baktikan kepada dunia ini, segala rejeki dan pelajaran yang akan lo amalkan kembali. Bagi gue itu tujuan hidup yang seharusnya….

Walaupun, gue ini tetep cewek biasa, yang gak akan nolak kalo ada kamu-kamu yang mau beliin gue tas-tas bermerek di atas :p …hehehe…Doh, jadi inget sama capres yang gembar-gembor sama cinta produk dalam negeri yang mengclaim dirinya pake sepatu bikikan Cibaduyut, yang bikin iklan katanya batik itu ngetop gara-gara dia…coba kita cek tas bininya…gak yakin gue kalo bukan salah satu merek dari gue sebut di atas!!! yuk mari!

h1

Capres? Kalian punya penasihat fashion gak siy?!?!?

Juni 19, 2009

Permisiiiiiii…..lagi pengen nulis bener niyyy :p..jangan di ketawain yaaa :p. Kalian semua nonton donn, debat capres semalam? Ada yang gak nonton? ahh..kalian gak gaul! hihi…sorry, bercanda. Mungkin kalian ada yang seperti teman saya yang amat sangat sibuk, sampai pacar-pacarnya ngambek mulu gara-gara dia sibuk banget? bahkan sampe pacarnya kirim sms yang isinya kira-kira begini : “Jangan-jangan hari akan nikah kerja jugaaaaa?” Aduhh…mbakyuuu..jangan ngambek gitu atuhh, hihi. Kita tinggalkan saya teman saya dengan pacarnya ini. Karena kok ya malah jadi gak enak ngomongin orang sama pacarnya..*udah tau gak enak, kenapa masih di omongin?!??!* hihi…pisss ya buat teman saya itu ;)

Kembali ke debat capres semalam. Aneh, saya merasa itu sama sekali bukan debat, loh…masing-masing capres hanya berdiri, memaparkan visi dan misi mereka masing-masing, serta menjawab pertanyaan. Aduh, jadi mana debatnya???….Capres nomer 1 keliatan sekali ibu-ibunya. Ketika saya sebut ibu-ibu memang dalam arti yang sesungguhnya, bicara tanpa henti..muter-muter..dengan tema maju dan mundur, tapi intinya? intinya apa ya??? gak konkrit gituuuuhhh…gak jelas polanyaaa…istilahnya niy, kayak anak kecil yang disuruh menggambar gunung dan sawah, tapi hasilnya seperti benang kusut. Cuma si anak kecil itu sendiri yang bisa melihat yang mana gunungnya, yang mana sawahnya….ahuuhuuuu!. Komen saya tentang capres nomer 1 cuma ini: You had your chance before, and now absolutely not your time anymore! pleasee dehhh…..

Untuk capres nomer 2 dan 3, gimana ya mereka??? Well…Saya sedang tidak ingin membahas bagaimana penampilan mereka semalam dalam debat capres itu. Mari kita lihat dari segi penampilan dalam arti sebenarnya. Yak! penampilan dalam arti pakaian, aka baju, aka apa yang mereka kenakan semalam!.

Aduh, saya bingung! capres itu punya penasihat fashion kan ya? punya gak siy??? harusnya punya deh!. Kalau saya yang menjadi penasihat fasion capres no 2. Saya akan larang beliau tampil dalam acaradebat itu dengan batik motif bunga dengan warna merah. Ouw God, situ mau kondangan kemaneeee?!?! Postur capres no 2  ini kan gede bener gituh ya? Beliau terlihat seperti ibu-ibu gemuk jaman dulu yang pergi kondangan atau arisan! Gak asik banget keliatannya! sumpah! itu pilihan yang salah! Kenapa juga siyy, pak capres no 2 itu gak di kasih atasan polos dengan warna yang agak gelap. Bukan hanya akan menyamarkan kebongsoran beliau, tapi aura beliau juga akan tampak mantap. Semalam, dengan batik warna merahnya itu…saya melihatnya persis seperti pak RT saya yang sering kali memberikan sambutan dalam setiap kegiatan-kegiatan sosial di daerah rumah saya. Sebaliknya, pak capres no 3, yang berperawakan kecil  terlihat amat sangat tenggelam dan semakin mungil dengan atasan warna hitamnya itu. Oww…jasnya siy udah okey, tapi kenapa gak pilih warna agak terang? broken white, mungkin? atau abu-abu keknya lebih okey, deh….Saya acungin jempol untuk pidato-pidato mereka semalam. Terlihat mereka mempersiapkannya dengan baik. Tapi kembali untuk penampilan?, pakaian? Ouwwcchh…..Come on! kalian kan calon orang nomer 1 di negeri ini! kasih contoh penampilan yang meyakinkan donn….

Saya tidak mau komen pakaian capres no 1. Gak sanggup saya di suruh liat pakaian warna terang, dengan bahan mengkilat, plus bros warna hitam yang di sematkan di bagian dada. Terlihat seperti tahi lalat yang menembus keluar!!!. Ukuran bros di dada itu amat sangat tidak proporsional dengan ukuran tubuh beliau!

So, Para penasihat pakaian capres, jika kalian membaca tulisan saya ini. Mbok ya besok-besok diperhatikan, gak lucu kannn….kalo capresnya gak jadi di pilih cuma karena seseorang merasa kok figure si capres ini gak asik ya? Kalo sama penampilannya aja dia gak perduli, gimana dia bisa perduli  sama rakyat dan negara ini? Mm?…gimana tuwww???

h1

Cewek (jelek) Itu, Lagi…

Juni 16, 2009

Seiring dengan waktu, gue banyak belajar. Gue belajar bahwa walupun kita berniat baik tidak semua orang membaca niat tersebut dan akan memberikan tanggapan positif juga. Gue juga belajar bahwa ada hal-hal yang memang harus gue terima dengan lapang dada. Termasuk memahami dan mencoba mengerti bahwa terkadang sebuah jawaban akan doa tidaklah berarti mengabulkan keinginan-keinginan itu. Melainkan dengan jawaban akan sebuah kisah lain yang mungkin saja tidak terdengar dan terbaca indah, tapi ketahuilah bahwa itu yang terbaik.

Pernah dalam suatu masa, gue memutuskan untuk menjadi diri sendiri yang lebih baik lagi. Menjadi seseorang yang pintar bermain dalam kehidupan, pandai menyiasati sesuatu. Tanpa harus terjerembab malu. Gue sampai pada suatu titik dimana gue bisa bermain aman. Di mana gue bisa bermain cantik, tidak begitu akrab dengan kelompok-kelompok tertentu tapi juga tidak sama sekali bermusuhan dengan orang lain. Gue sudah sampai pada tahap…” Saya gak punya urusan sama situ, kalo situ punya masalah sama saya, terserah!”

Tapi sering kali, okey gue ulangi…setiap saat. Gue bertemu dengan oran-orang yang tidak bermain cantik. Tidak pintar melakukan perannya dalam panggung sandiwara ini. Jelas-jelas memasang bendera permusuhan padahal dia sendiri belum tentu mengerti apa yang dia lakukan dan kesalkan. Pernah kenal sama orang-orang yang gue ceritain?

Kata mas Deka, arguing with a fool proove two yang kira-kira kalo di terjemahkan dalah bahasa bebasnya; gue akan sama tololnya dengan orang itu jika gue meladeni dia. Misalnya, dia tiba-tiba bentak kamu ketika kamu memberitahukannya ada seseorang yang menunggunya di ruang meeting. Atau dia tiba-tiba keluar dari ruangan pantry ketika kamu masuk dan ikut bergabung. Atau, dia pasang muka gak asik aja…agak bingung juga siy…tuh muka emang udah settingan gak asik dari sananya apa dia yang bikin-bikin ya? Duh…udahlah jelek, tambah jelek deh say kalo lo begitu.

Dia punya segalanya yang tidak gue punya…

Dia punya hidung yang setidaknya bentuknya lebih bagus dari gue. Dia punya kulit yang setidaknya lebih cerah dari gue. Ouw, kalo boleh nambah sirik lagi…gue kepengen banget punya dada dengan ukuran 36 D kayak punya dia!

Jadi kenapa ya? dia mesti sibuk menghina (masih) gue di belakang :) , terus pasang muka  seolah-olah gue musuh bebuyutannya? hihihi, cewek jelek, kamu tuh lucu banget tawu :)

Gue mau gak mau ketawa terpingkal-pingkal ketika dia dengan terang-terangan bilang pada seorang teman yang bilang sama satu kantor kalo dia suka sama gue. Yuk mari, bini orang, ibu anak satu…tapi ada orang yang dengan terbukanya bilang ke seluruh kantor dia suka sama gue, ouw maigot…berasa ABG lagih.

“Apanya siy yang bikin dia di sukain banyak cowok? tuh cewek malah keGRan tauuu…lagian ngapain lo ngejar bini orang segala??”

Hihihihi..aduh…aduh….kamu bikin saya ketawaaaaa tawuuuu.

Mungkin si cewek jelek ini mau bilang:

“Dari pada bini orang itu mendingan lo sama gue! gue kan single! dan gue punya kulit terang, idung mancung…aih..cakepan guee kalleeeee”

Ya kan, cewek jelek? hihihi…Kasiaannn….bahkan sama bini orang dan ibu anak satu aja, kamu kalah saingan??? ck..ck..ck..

Sini gue kasih tau. Gue akan dengan senang hati membantu memilih pakaian yang akan bikin kamu terlihat lebih ramping. Percaya deh, kamu itu menarik tau…kamu itu cantik….asal kamu berhenti pasang muka mulut manyun 7 cm dan alis bertaut kayak orang gak gajian 2 tahun. Terus, kamu ingin supaya cowok-cowok itu tertarik sama kamu? love your body darling, how come people with apreciate you, if you not treath your self better?..mm?

Gue membuka tangan untuk pelukan, jabat tangan persahabatan, dan …akan berjanji memberikan tips-tips yang up to date tentang bagaimana menaklukan laki-laki! ya …minimal di kantor ini dehh….

Gimana? tertarik??

Cewek jelek? kasih tau aku kalo kamu udah berubah pikiran ya???

Love you!

DSC_30751313avatr

h1

Celoteh Untuk Diri Sendiri…

Juni 15, 2009

Dulu sekali, saya punya keinginan bisa menaklukan peta musik Indonesia, bersamaan dengan sebuah band yang saya bentuk dengan teman-teman saya yang memiliki impian dan minat yang sama di bidang musik. Tapi lantas cuma sebatar impian, karena komitmen yang kami miliki tidak cukup besar, plus modal untuk bikin demo rekaman juga gak sedikit. Kurang uang, kurang kebersamaan, band saya pun resmi bubar.

Tapi saya tetap berada di peredaran anak-anak musik, sampai akhirnya terus berkencan dengan mereka, si anak-anak band yang mungkin sekarang ada beberapa yang masih wara-wiri di layar kaca, okey mungkin gak ngeband, mungkin sekarang ada yang jadi pemain sitk0m yang gak mutu. Tapi dulu, setidaknya saya punya keyakinan kalau saya termasuk orang yang bakal keluar masuk infotainment, loh…iya dong?? saya kan akan jadi istri dari seorang musisi kelak?..hihi..

Tapi kembali lagi, salah aja tuh…karena ternyata..saya masih termasuk anak baik. Tidak berani menerima tawaran mereka untuk kawin lari saja tanpa restu orang tua. Duh, kawin sambil lari aja kebayang capeknya, gimana yang sekalian tanpa restu orang tua?!?! Mabok gak tuh??!.

Batal jadi istri anak band batal keluar masuk infotaintment. Tuhan memberikan saya kesempatan dekat dengan anak pengusaha. Outletnya tersebar di penjuru negeri ini, pakaian trendy dan sporty untuk anak-anak gaul masa kini…*jiaaa, masih anak gaul kah bahasanya???*

Tapi sekali lagi, beda agama…bikin saya harus tau diri. Saya anak perempuan keluarga Yasin satu-satunya. Apa kata dunia kalau saya tidak menikah dengan seseorang yang seiman, apalagi pake acara murtad? Ampun…gak pake acara murtad aja dosa saya udah segunung, lagian, sesekali saya ingin membahagiakan mama. Wanita yang sudah melahirkan saya, yang lebih sering saya ajak ribut dulu. Sekarang siy udah PREEENNN..hehe.Maka saya kembali batal jadi istri pengusaha..hehe…

Apa lagi? Tuhan kembali menguji saya. Mengenalkan saya pada orang asing yang berkebangsaan Italia, yang rela masuk islam…mau di sunat…*ini beneran* dan mau menikahi saya. Tapi saya harus ikut ke Itali bersama dia. Yuukkk mareeee….mama saya marah lagi.

“Gimana cara!?!? anak gue cuma dua!?!? Elo sama adek lo!??! Elo anak perempuan gue satu satunya! Gue gak mau lo jauh dari gue!! Situ pikir enak jauh dari anak perempuannya!!”

Jiaaaaaaaa….

Padahal kalo deket juga di ajak berantem mulu, heran deh..bukannya jadi bagus kalo jauhan ya? kan malah ada kangen-kangennya tuh.

Sekali lagi, Tuhan tidak mengabulkan permintaan saya. Tuhan bahkan lebih sering tidak mengabulkan keinginan-keinginan saya…

Saya betul-betul di uji.

Di uji kesabaran, di uji mental…hehe…Sampai akhirnya. Mama betul-betul tidak marah ketika saya membawa lelaki yang kelak jadi bapaknya Tangguh ini.

Mama..aneh…

Ada lelaki, yang biasa saja, yang tidak bawa BMW seri 5, bukan anak pengusaha, berbisnis yang biasa saja juga, dengan tampang lebih biasa lagi…datang kerumah. Apanya yang bikin kamu jatuh hati ya, ma?

Saya kembali melihat facebook. Foto liburan si A di Hongkong, foto keluarganya si B, atau foto si pria Italy yang sedang mengendarai Ferrary terbarunya….

Saya bisa saja ada di foto itu, mungkin…

Saya bisa saja menjadi salah satu objek dari foto itu, kenapa tidak? they were my ex, right? dan sejauh yang saya ingat. Saya yang memutuskan mereka, dengan alasan klise…tidak di restui orang tua..hehehe..basi. Tapi itu yang terjadi.

Tuhan mungkin tudak mengabulkan keinginan saya untuk menjadi bagian hidup dari orang yang saya sebut di atas. Mungkin, menjalani hidup glamour dan mewah, tidak akan membuat saya menjadi seseorang dan manusia yang lebih baik lagi. Mungkin saya akan menjadi seseorang yang super sombong, gak asik, dan makin jauh dari keluarga….Ffuuiicchhh….hehehe….agak susah ya untuk bisa menjalaninya tanpa berpikir, kok bisa ya???

Tapi saya beryukur, bahwa saya punya pelajaran hidup. Dan saya tahu pasti, bahwa yangTuhan berikan kepada saya saat ini mungkin bukan keinginan saya, tapi saya yakin….ini yang terbaik buat hidup saya. Mungkin saya tidak terlihat indah dan sempurna,tapi hey…ini kehidupan nyata, bukan lukisan sang maestro yang tanpa cela.

Reza, adik saya satu-satunya..kerap kali bertanya…

“Kak, mantan lo yang dulu tadi nongol lagi di TV..”

Atau..

“Kak, kenapa dulu mama gak ngebolehin lo sama dia ya? hihi…”

DIH..tanya sendiri sana!

Saya gak tau….jadi orang yang kehidupannya keluar masuk infotaintment juga gak selamanya nyaman bukan? Coba kita liat Cici Paramida…seluruh warga negara Indonesia tau apa yang terjadi dengan wajah cantiknya. Sampe mukanya berdarah dan lebam akibat di tabrak suaminya sendiri…hah! catet tuh! di tabrak suaminya sendiri!?!? EDAN!!!

Saya gak mau hidup saya seperti itu.

Untung juga suami saya bukan pengusaha besar pemilik segala outlet yang berbau sport itu! karena kalo iya…siapa yang bisa jamin kesetiaan yang dia miliki?!? Ouw God….cowok jelek and gak berduit aja bisa macem-macem! konon lagi yang ganteng, keren, wangi, pluss pewaris kerajaan garment di negeri ini!! huhuhu, hidup saya mungkin bisa saja lebih tragis dari istri-istri kebanyakan, yang di selingkuhin, yang di nikahin cuma sebagai pelengkap di akta nikah….du-du-du…AMIT-AMIT!!!

Jadi….

Syukur alhamdulilah, saya menikah dengan seorang pria sederhana, yang gemar koleksi mobil-mobil tua…mungkin sering pulang malam tapi setidaknya saya tau dia ada di mana dan saya percaya padanya…Mungkin belum bisa membawa saya jalan-jalan ke Hongkong, tapi Insya Allah bisa membawa saya ke Mekkah untuk naik haji, yang mungkin tidak romantis dan tidak bisa membuatkan saya syair lagu yang indah, tapi dia bisa membuktikannya dengan perbuatan, dengan torehan kesetiaannya di hati saya…dan …sudah menggenapinya dengan seorang putra. Duh, bukankah saya harusnya lebih-lebih-lebihhhh beryukur???

Saya hanya ingin jadi seseorang yang lebih baik, tidak palsu, berguna untuk sekeliling saya, dan berarti bagi sesama.

Mungkin, saya tidak menjadi seperti yang saya inginkan. Tapi apa sih yang saya inginkan???

Hidup bahagia?

Apa saya tidak punya itu???

Saya bahagia, dan kebahagian itu hanya saya sendiri yang bisa menciptakannya.

Tuhan, ingatkan aku  untuk  selalu beryukur pada Mu…Amien…

h1

Jika gue merasa Iri.

Juni 15, 2009

Gue bukan tukang bohong. Tidak untuk orang lain, apalagi untuk diri gue sendiri. Okey, ada masanya gue juga gak bisa ngomong jujur-jujur banget. Tapi lebih seringnya lagi, gue akan bilang apa yang ada di otak dan hati gue. Seringnya menyakitkan, tapi dari pada gue pendem sendiri, sukur-sukur cuma jadi gondok, kalo tumor?!? Ihh..Amit-amit!!!

Gue terbiasa jujur, untuk itu beberapa hari kemarin jujur gue bilang. Gue tiba-tiba iri sama teman-teman gue. Oh yaa….gue iri sama teman-teman gue yang masih single. Puasss?!?! belum puass!?!? Baik..begini ceritanya. Seorang teman baik gue merayakan Bachelor partynya di sutu tempat yang termasuk paling happening di Jakarta ini. Sewa tablenya aja bisa jutaan, kebayang gimana happeningnya tuh tempat kan???

Gue udah bayangin seseru apa party itu. Dengan bepitcher-pitcher illusion, atau mungkin kalau emang teman gue banyak duit dia bisa beliin kita Ice wine. Huufff…..Okey. Sampai di sini coba gue liat muka kalian.

Ada yang sinis?

Ada yang menjadi sebel sama gue?

Ada yang mikir, ni cewek pasti gak tau diri dan gak ngerti bersyukur??? Mmm…gue udah nebak kok kalian akan bilang begitu.

Gue memang sudah menikah. Dengan seorang anak. Lebih jelasnya lagi, gue menikah dengan seseorang yang menganggap kehidupan malam itu tabu dan haram. Suami gue bahkan langsung kasih talak kalo tiba-tiba dia melihat gue dalam suatu party yang pastinya penuh huru-hara itu. It’s a bachelor party…yang udah-udah kita pasti hire male striptease.

Gak tau kenapa. Tiba -tiba aja gue sebel sama teman gue itu. Dia bikin acara yang pastinya tidak akan bisa gue hadiri, tapi dia mengundang gue!!! Ouw God! gimme a break..will you…

Gue bukan perempuan hebat yang bisa dengan santay tersenyum dan bilang, “sorry ya..acara kayak gituan udah bukan buat gue lagi”. Atau mungkin dengan senyum manis gue dan berkata…”Gue pasti gak bisa dateng, salam aja buat anak-anak ya…”

Well….as a mater of fact…Gue iri…dan gue kepengen gilaaaaa ada di sana.

……..

………………….

………………………………

Sebelum kalian menghujat gue macam-macam, mari saya ajak kalian sebentar saja menjadi saya.

Gue bekerja setiap hari dari pagi dan baru bisa memeluk anak di rumah kira-kira setengah lapan malam. Suami ??? …..gue harus berbesar hati untuk bilang, dia sering sekali pulang larut malam. Gue tau, untuk gue dan anak gue pastinya. Tapi dia juga bisa hang out dengan temannya, please bedakan itu. Sabtu dan Minggu??? Pastinya buat keluarga, buat anak dan suami…kalo gue memaksakan diri keluar juga di hari itu. Gak perlu elo yang ngomong, gue bisa teriak ke diri gue sendiri.

Anjing! ibu kayak apaan lo!??!

Intinya, gue cukup tau ada di mana gue sekarang, gue cukup mengerti posisi gue. Ada hak yang akan hilang dan ada kewajiban yang pastinya bertambah. Jadi sebelum kalian memutuskan untuk menasihati gue panjang lebar…gue cuma mau bilang: I KNOW!

Jadi kenapa?

Apa alasannya gue mesti misuh-misuh dengan bachelor partynya teman gue? Ini sudah kali ke 4  gue melewatkan bachelor party para sahabat. Kenapa yang ini kok kayaknya gue sebelll gilaaa?!?!

Jawabannya: GUE GAK TAU!

Entah kenapa, tiba-tiba ada alasan kangen dengan musik jedang-jedung. Dengan baju-baju mini yang mempertontonkan dada dan paha. Dengan make-up dramatis, dengan baru rokok plus parfum yang menjadi satu…Damn…Tiba-tiba aja gue kangen dengan itu semua. Apa itu salah?!?!

Gue bahkan bilang sama teman gue…

“Kenapa siy, sesekali kalian gak bikin acara bachelorate di mall…siang -siang…atau booking room di hotel siang-siang juga, jadi gue bisa dateng…”

Mau tau apa kata teman gue ???

“Gak sekalian Yess, lo suruh gue bikin acara bachelorate di panti asuhan???”

“Ide bagussssss!!!”

“Goblok!”

“…Ca….gue cuma kangen aja kok…gak salah kan?”

“Nahh…beberapa tahun kedepan. Gua bakal ngeluh sama kayak elo! makanya gue mau puas-puasin dulu bosss!”

Mm…Mau gak mau gue tersenyum. Alasan teman gue banyak benarnya. Gak mungkin gue minta dia bikin acara bachelorate di mall…siang-siang pula…gak ada “soul gilanya” hehe.

Jadi, gue cuma bisa merasa iri. Tanpa bisa berbuat apapun. Gue masih punya otak untuk tidak bergabung dengan mereka. Masih punya naluri ibu untuk mengurus Tangguh. Dan ya, walaupun belum bener-bener banget jadi bini. gue pastinya berusaha banget, boss.

Mungkin gue cuma sensi kemarin ini. Iya, sensitif. Persis seperti alat uji kehamilan itu. Sekali lagi, gue tidak pintar berbohong. Gue gak mungkin terlihat bijaksana dan menganggap teman-teman single gue itu cuma kepengen hura-hura, padahan disaat yang bersamaan, gue ingin sekali berada didalamnya. Ada sedikit rasa iri, ouw…bukan hanya pada teman. Bahkan gue merasa iri sama suami gue sendiri…gimana cara yaaa? dia bisa pulang selarut itu? dia merasa bersalah gak ya? Kira-kira kalo posisinya di balik gimana tuw?

Edan….kalo gua aja yang masih kerja, masih mondar-mandir rumah dan kantor bisa seboring ini. Gimana yang ibu rumah tangga 24 jam!??! Astaga, gue masih waras gak ya kalo ada di posisi mereka??? Salut banget deh gueeee….

Ngantor, ngeblog, nyalon dan ketemuan ngopi sama teman nyolong-nyolong jam kerja adalah cara gue untuk waras. Agar gue bisa kembali memeluk Tangguh dengan penuh kasih, jadi bini yang agak bener dikit buat ayah. Ffuuichh….Semoga mood jelek ini cepet-cepet pergi. Semoga rasa syukur gue semakin di tambah. Gua gak mau sampe bener-bener di sentil Tuhan agar supaya gue merasa beryukur. Gue tau…tauuuuuuuuuu banget apa yang sudah gue miliki saat ini PRICELESS.

Jadi gak usah ceramahin gue, gak usah nasihatin, atau yang lebih parahnya mau nyela gue. HEH! Situ okey!?!? NGACA DULU SANA!!!

Gue bukan tukang bohong, dan gue gak mau membohongi diri sendiri.

Gue cuma sempat merasa iri. Tapi semoga iri itu cepat hilang, karena gue tau…disaat yang bersama…teman-teman single gue pasti IRI GILAAA sama gue.

Punya anak lucu, suami yang punya usaha sendiri, tampang yang masih okey setelah melahirkan *gue tabok kalo ada yang komen!* …

Udah rejeki gue berjodoh dengan lelaki dengan sifat sederhana dan gak macem macem. Jadi, dari pada gue sibuk misuh-misuh dan mempertanyakan kenapa dulu gue gak kawin lari aja sama seseorang yang belakangan gue liat di facebook jadi tampah sekseh dan keren! Mending gue nikmatin aja sambil mikir…Kemungkinan kecil gue masuk infortainment gara gara suami gue selingkuh kan? Ya kan?!!? *kesimpulan yang salah kaprah, yuk mari jambak saya*

h1

Najies dan Lebay (mode: On)

Juni 13, 2009

Mendadak gue sedih, ingin menangis. Dan tidak suka berada si kantor yang sudah hampir 5 tahun ini menjadi rumah kedua gue. Bukan karena ada orang yang jahat, bukan karena ada orang yang sirik, bukan karena ada orang yang sibuk ngomongin gue….bukan, sama sekali bukan itu. Kalo cuma itu, gue siy udah bisa lumayan kebal untuk menghadapinya.

Tapi ada suatu hal, tentang pekerjaan, tentang harga diri dan tentang betapa gue tidak amat suka di perlakukan seperti yang saat ini gue dapatkan. Mereka sibuk membicarakan project ini. Sibuk untuk terlihat paling tau, paling bagus, paling handal, dan paling “menolong”. Padahal yang terbaik yang bisa mereka lakukan adalah kembali mendelegasikannya kepada gue. Bukan satu orang, bukan dua orang, tapi semua pic yang sok sibuk itu tadi akan mendelegasikannya kepada gue.

Sampai-sampai gue harus menelpon ke sebuah negara dengan orang-orang yang berdialek bahasa Inggris yang aneh untuk mengatur agar sesuatu ter pick up dengan benar.

Lantas apa yang mereka kerjakan?

Apa yang mereka lakukan?

Kalo mereka cuma bisa nyengir, bilang “Sip!” dan kembali menoleh ke muka gue sambil bilang..”Jangan lupa ya, Yess?”

Dugaan gue benar. Ini akan menjadi mimpi buruk sampai nanti semuanya ini benar-benar berakhir. Project ini membunuh gue pelan-pelan. Bikin gue gak punya nafsu untuk kekantor. Bikin gue deg-degan menanti email pagi.

“Apa lagi yang akan mereka suruh buat gue hari ini, ya?”

“Apa lagi yang akan mereka minta gue untuk perbuat hari ini, ya?”

Gue sedih. Dan gue betul betul tidak mengerti dengan orang-orang yang begitu banyak di cc kan dalam email-email komunikasi gue ini. Karena cuma hanya akan gue yang membalasnya, karena cuma hanya akan gue yang melakukannya, dan karena…cuma hanya akan gue yang ribut, di marahi karena gak becus, menelpon ke luar negeri untuk memastikan ini sudah terpick-up, di benci customer service karena di anggap amat sangat memaksa, dan di ingat oleh operator sebagai orang yang menyebalkan karena dia selalu di minta untuk menyambungkan gue ke luar negeri.

Jika semua ini membuat gue kurus, FINE!

Karena ada nilai postive yang bisa gue ambil.

Kelak jika kalian menyaksikan sebuah festifal film internasional untuk anak, yang di gelar oleh sebuah yayasan film, dan disponsori oleh sebuah perusahaan ekspedisi asing.  Ada gue yang berdarah-darah demi semua film-film itu. Najies, lebay….tapi lebih baik gue najies dan lebay dari pada gue tiba-tiba nangis dan merusak tatanan make-up sempurna gue.

h1

Catatan Harian Istri.

Juni 11, 2009

“Bunda menggemuk…” Katanya suatu malam, padahal aku dalam dekapannya dengan pakaian dalam cantikku, memeluknya manja.

“Oya, lantas ayah jadi tak sayang?” Ujarku…

“Pasti sayang, tapi lebih sayang kalau perutmu rata lagi seperti dulu…”
Balasnya dingin, acuh. Membuatku melonggarkan dekapan, membetulkan pakaian, beranjak pergi dari sisinya.

“Mau kemana?”

Aku berdiri di hadapannya, memperagakan tubuhku, dan mengajukan pertanyaan…

“Lihat aku, apakah kau masih berselera?..mm?”

“Apa tindakanku setiap malam atau menjelang subuh tidak menjawab?”

“Kamu begitu berisik dengan bentuk tubuhku, padahal aku tak pernah protes dengan tulang-tulang yang ada di tubuhmu…yang setiap kali kau membuka baju akan membuat kucing-kucing jalanan itu berselera…”

“Aku lelaki…”

“Aku perempuan! lantas??”

“Aku ingin kau terlihat sempurna…”

“Kau pikir??? aku bisa menerima pakaian asal dan bau rokokmu setiap kali kau pulang?? Kau kira aku nyaman dengan kulit keringmu??? Kau sangka aku betah berlama-lama dengan seseorang yang selalu berbau tembakau?!?!…tapi apa iya aku pernah marah? apa iya aku perlu mengatakan keberatan???”

“Hahahaha…”

“Sesekali terima saja, bentuk tubuhku masih baik-baik saja, setidaknya itu kata semua orang…” (Dan semua kata teman dekatku)

“Berapa beratmu sekarang?”

“52kg saja…”

“Beratmu 49 waktu kita menikah…”

“Aku sudah melahirkan!!! dan aku lebih menyukai bentuk tubuhku sekarang dari pada yang dulu! aku terlalu kurusssss!”

“Tapi aku menyukai bentuk tubuh kurusmu itu…”

“Jadi…kamu suruh aku diet lagi???”

“Datangi Gym itu, tapi jangan cari trainer yang lelaki, matamu terlalu jalang melihat tubuhnya…”

“Okey! jadi kamu mau aku kembali 49?!?! baik…begitu aku menyentuh 49! berat badanmu sudah harus 60!!! aku gak suka lelaki kurus dengan dada papan penggilasan!”

“Kamu kan tau berat badanku tidak bisa naik…”

“Berarti kamu harus bisa terima berat badanku ini…52 kilogram!”

“Harus ya…?”

“Kecuali kamu mau berusaha menaikkan berat badanmu…mm…adilkan!??! Jangan mau seenaknya sendiri !”

“Aku coba ..tapi gak janji.”

“Sama!..aku juga begitu!”

Dan aku kembali kedalam dekapannya, memeluknya walaupun hati masih amat sangat kesal dan sebal. Lambat-lambat aku berbisik…:

“Yah…”

“Mm…”

“Kalau aku kembali 49, semua bajuku akan kebesaran dan terasa longgar…”

“Lantas…?”

“Siapkan budget agar aku bisa belanja baju baru…”

……………….
………………………
……………………………….

Dan lelaki itu tidak menjawab kata-kataku.

*June 11, 2009…diet hari pertama*

(Udahlah gak boleh potong rambut sundel bolong, disuruh diet segala….Tuhan…)

h1

Untuk seorang Teman.

Juni 10, 2009

Bicara soal marah, kesal, sebal…gue mungkin pakarnya. Agak memalukan memang, karena gue termasuk orang yang mudah tersulut emosinya, mudah terbakar amarahnya dan sedikit-sedikit panas sama umpatan orang yang padahal belum tentu di tujukan ke diri gue. I know, itu jelek…percaya deh, gue lagi belajar keras banget kok untuk mengatasi kelemahan gue yang satu itu.

Bicara soal sedih?

Waduh…

Maaf ya…gue gak pinter tuh. Bukan cuma gak pinter sedih, tapi gue memang tidak membiasakan diri gue bersedih. Masa kecil yang membentuk gue untuk gak gampang mengeluh susah dan menangis sedih. so, for some reasons, gue tidak termasuk orang yang sering menangis. Bagi gue, sedih adalah ketika gue membiarkan diri gue untuk kalah. Semantara menurut gue, kalo bisa menang, ngapain mesti ngalah?.

Konyol dan tolol mungkin kedengarannya, disaat orang banyak yang berseru “mengalah untuk menang” gue malah ngotot untuk menang dengan segala cara, maklum …sulung ;) dan 11 tahun jadi anak tunggal :P .

Tapi beberapa hari ini, entah kenapa gue mendapat ada aura kesedihan setiap kali gue melihat stats FB seorang teman. Statusnya berkata bahwa ibunya yang saat ini sedang berada di sebuah rumah sakit di semarang kembali di opname karena kanker payudaranya. Dan berpuluh-puluh doa dipanjatkan untuk kesembuhan dan keselamatan sang mama, serta ketabahan dan kekuatan untuk segenap keluarganya.

Pantas berhari-hari teman gue ini tidak on-line di BBnya, tidak aktif blognya. Dan ketika gue melihat status FBnya maka rasa penasaran gue terjawab. Teman gue itu saat ini sedang sedih, kalo boleh gue ketik ulang statusnya….

“.. Dear God, I’m dying to dance with my mother again.. Kuatkan dia ya, Allah.. Minta doanya ya teman2…”

Dan total puluhan komen yang berisikan doa-doa ditujukan kepada teman gue ini. Dengan bijaknya teman gue membalas semua komen tersebut dengan kata-kata :

“Terima kasih banyak, teman2. Walau masih lemah, Ibu pelan2 sudah mulai bisa diajak berkomunikasi. Tadi juga sudah minta sholat Subuh walau sambil berbaring. Insya Allah.

Terima kasih buat doa dan supportnya. Thank you, beyond words. Health is precious. Cherish it.

God Bless you all.”

Gue tidak bisa tidak berkaca-kaca memandang kalimat ini. Gue seperti terbawa perasaan dan ikut tenggelam haru dalam kata-kata itu. Tidak pernah mudah memang menyaksikan seseorang yang kita sayangi dalam keadaan lemah dan sakit.

Tapi gue percaya bahwa teman gue ini bisa kuat dan tabah menghadapi ujian yang sedang dihadapinya saat ini.

Buat mas Deka

Semoga Allah mendengarkan doa-doa yang teruntai. Semoga Allah menyambuhkan Ibundanya mas Deka, menghilangkan sakitnya dan tak akan pernah mendatangkannya kembali.

Masnya….kalimat ini aku contek dari sebuah komen di status seorang teman di FB….

‘ketika seorang hamba menangis, sesungguhnya Allah SWT & Malaikat berada disampingnya, menghitung airmatanya yg jatuh, untuk dibayar dengan kebahagian..One day..!’ so, no matter how hopeless, just hang On..coz we still have God..!

Tabah ya Mas…semoga mama cepat sembuh..Amien….*peluk-peluk masnya*

Ps:

Cant hardly wait to have you in my YM list with all the beautiful quotes.