h1

Senyum nenek dan mas mas itu…

Oktober 16, 2008

Apa yang di perlukan untuk jadi wanita yang baik?

Wajah yang cantik
Fisik yang aduhai
Suara yang merdu
Belaian yang lembut…

Wanita yang baik versi gue adalah

Tidak ganggu laki orang..jadi kalo lo ganggu laki gue ..gue hajar lo!!!
Tidak suka ngusik urusan orang..so far g cuma mau tau urusan gue sendiri.

Selalu terketuk akan sekeliling sebelum yang lain menyadarkanmu..

Somehow..insya Allah..gue tidak mau lalai dalam urusan ini..gue percaya..sekecil apapun rejeki yang gue dapat ..di dalamnya ada jatah jatah mereka yang tidak mampu.

Bukan pengemis pinggir jalan itu
Bukan anak kecil tukang ngamen itu..
Jujur..gue benci mereka…mereka manusia malas.

Masih banyak yang lebih pantas dari orang malas malas itu..ada nenek renta dengan senyum sejuknya yang menyapa setiap kali gue keluar dari kantor ini..dia berjualan kopi…ada seoran lelaki muda yang tidak memiliki kaki namun bisa menjadi mekanik untuk setiap mobil rusak yang masuk ke bengkelnya.
Melihat mereka..tidak membuat gue sedih..justru membuat gue semakin semangat..
Kalau mereka saja masih berjuang dalam hidup..apalagi gue? yang alhamdulilah memiki fisik sempurna..yang puji syukur masih masuk dalam kecukupan.

Ya Allah..

Jadikanlah hati ini menjadi bersih..sucikanlah mulut ini dari segala dumelanku tentang hidup yang memang penuh dengan ujianMu..dan berikanlah kasih teduh serta rahmatMu kepada nenek tua dengan senyum manisnya itu..dan limpahkanlah rejeki mu kepada mas mas yang selalu tersenyum bahkan ketika dia mendorong tubuhnya susah susah untuk berjalan. Karena dari mereka ya allah…aku mengerti bahwa sesungguhnya..kau menyayangi hambamu..teramat sangat..

Gue malu sama hidup gue..yang penuh dengan kemudahan ..namun begitu gue keluhkan..

Nek..
Mas…

Terimakasih untuk senyum yang tulus itu…

Karena senyum kalian mengajarkan berjuta kebaikan..di atas segalanya…

Senyum gue sore ini…dengan sedikittelaga bening di ujungnya..ya Allah..terimakasih atas segala rahmatMu..hari ini.

19 komentar

  1. amin…
    tenang ja mbak rejeki gak kan kemana, yakin ja klo emg itu dah milik pasti gak akan jatuh ke yang lain
    terkadang hidup ini butuh keikhlasan,dimana ada susah pasti akan datang kesenangan, hanya kapan dan waktunya qta tidak tau…
    jangan berat untuk tersenyum kepada sekeliling qta, karena dari senyum itu secara qta tidak sadar akan membuahkan hasil.
    salam kenal


  2. senyum atuh


  3. addduuh jd takut dihajar nih….
    betul yes….kita memang
    sudah seharusnya bs memetik i’tibar
    dari fenomena sekitar….serta
    tanda tanda kebesaran Allah


  4. Berbagi senyum untuk semua.. tebarkan kebaikan… Salam kenal mba.. :-)


  5. Amin…. :)


  6. dan di dalam telaga yang bening itulah sedang ku nikmati betapa jernihnya bila seseorang mengulas senyum meski hanya sehedar saja. Tersenyumlah dengan penuh kejujuran,nona yessy. salam hangat selalu


  7. Amin… ya robbal alamin….


  8. amin…


  9. Sesekali melihat orang yang dibawah kita akan menyadrkan diri, untuk lebih bersyukur atas nikmatnya Selama ini ya Jeung. Thanks sudah bekenan berbagi. thanks


  10. amiiin…
    Sekali lihat ke bawah, Terus lihat ke atas (ingat yang ada di atas), Kemudian lihat ke depan mengikuti jalan yang lurus. Bolehlah melihat kebelakang sebagai renungan dan pengalaman.

    Semoga bersih hati…


  11. Berbagi senyum adalah cara paling sederhana untuk saling berbagi :)
    Keep smiling dear….


  12. Posting ini menggambarkan lo bahwa lo punya sisi lain selain sisi NARSIS lo yang najiesss itu…

    Hehehe…

    Btw, pas lo liat nenek sama mas2 itu lo tetep pk lirikan dahsyat lo itu ga???

    Ga takut tuh mereka…???

    *kabuurrrr*


  13. @ uchielz
    iya…tapi rejeki harus di cari juga mas..jangan cuma nunggu jatuh dari langit heheh
    @mikekono
    bener banget bang..ah dirimu memang sellau bijaksana dan menawan heheh
    @daichi
    makasih udah main ke sini ya :)
    @qbaiguni
    amienn juga
    @bluethunderhert
    selalu puitis ya kang :)
    @ma2nn-smile
    amien juga
    @yulism cenya95 1nd1r4
    makasih ya say darling…
    @mary
    yaaa..ini postingan dengan kewarasan mar..biasanya kan g sedikit sinting kalo posting hehehe


  14. Tidak ganggu laki orang..jadi kalo lo ganggu laki gue ..gue hajar lo!!!
    Tidak suka ngusik urusan orang..so far g cuma mau tau urusan gue sendiri.>>
    owh… yeah… hidup tante yessy!


  15. kamu akan terkaget-kaget begitu tahu kalau banyak sekali pelajaran yang bisa dipelajari di jalan, Yes!
    Pelajaran tentang kehidupan yang mungkin tidak banyak tersedia di bangku sekolah…
    Dan cuman orang-orang yang ikhlas seperti kamu yang tahu kalau itu adalah mata pelajaran yang sangat penting! :)


  16. Mantap …
    Memiliki pandangan seperti itu berarti sudah banyak menikmati asam garam kehidupan..

    Seperti saat mengomel gak punya duit untuk beli pulsa, pas tahunya ada tetangga lagi bingung untuk biaya beli popok untuk anaknya, dan tetangga yang satu lagi kebingungan untuk biaya bulanan kostnya dan satu tetangga lagi kebingungan memilih antara menikah atau ngalanjutin S2 dulu ….

    Semuanya punya masalah, tergantung dari sudut mana kita mencari tahu inti permasalahannya itu :)


  17. Saya juga punya tokoh seperti nenek dan mas itu Mbak, dia kakek yang udah renta, meski gak rutin, saya suka ngeliat dia jalan kaki sambil bawa dagangannya, dua buah tangga bambu yang berat itu. Dia berjalan bertelanjang dada, dan kaki, sehingga kulitnya yang keriput itu terlihat jelas. Jalannya pun tak lagi tegak. Miris setiap kali melihatnya. Tapi tak banyak yang bisa saya lakukan, kecuali doa pada Yang Kuasa, semoga dua buah tangga bambunya terjual hari itu. Amiin. :)


  18. Kadang-kadang (atau seringkali?) memang kita lupa, bahwa di dunia ini banyak sekali orang yang lebih miskin dan lebih susah dari kita. Melihat langsung ke dalam kehidupan masyarakat, masuk ke kampung-kampung, akan menyadarkan kita betapa kita dikaruniai sangat banyak kenikmatan oleh Yang Maha Kuasa.


  19. ‘Bukan pengemis pinggir jalan itu
    Bukan anak kecil tukang ngamen itu..
    Jujur..gue benci mereka…mereka manusia malas.’

    Diantara begitu banyak orang yang hanya bisa meminta, ternyata masih ada orang-orang (ber’kekurangan’) yang begitu bersemangat bekerja. Hidup seorang nenek yang seharusnya sudah ditanggung oleh anak cucunya, ternyata lebih berharga daripada seorang ibu muda yang mengajak bayinya minta-minta di lampu merah. Padahal ibu muda itu bisa saja bekerja menjadi pembantu rumahtangga paruh waktu, bekerja sambil membawa anaknya.

    Salam



Tinggalkan sebuah Komentar