Tidak banyak gue cerita…
Karena menurut gue..tidak perlu banyak bicara tentang apa yang gue lakukan..yang penting gue bergerak..bertindak.
Cuma sekali ini..ijinkan gue untuk membagi kisah ini..sedikit saja…
Bukan untuk menyombongkan diri..bukan untuk bilang..ehhh..narsis narsis gini gue gak sableng loo..atau ..biar dandan menor gini gue gak cuekk loo..bukan..cuma untuk..sekedar berbagi ..itu saja.
Bahwa sebenarnya..sudah 5 bulan belakangan ini, gue dan teman teman di sekitar rumah gue ..yang memiliki rejeki lebih..memutuskan untuk menggalang anak anak yang tidak mampu yang hidup di sekitar rumah. Anak anak tukang sayur keliling, anak anak yang bapak ibunya belum tentu kerja dan penghasilanya tidak pasti, serta anak anak yang masih mau sekolah. Pastinya anak anak yang memang ingin kami rangkul..karena ternyata..ada anak anak yang memang tidak ingin belajar…tidak ingin di rangkul..mereka lebih senang main tidak karuan.
Kami ber 6…gue..mbak Titik, Mas murti, Aldi, Dayuh, dan Fathir.
Dimulai dari kita melihat banyaknya anak anak abg yang gak jelas nongkrong nongkrong…main gitar keras keras…dan akhirnya terlibat narkoba.
Gampang untuk terenyuh..karena sebenarnya mereka hanya tidak sanggup untuk mencari hiburan yang lebih baik..singkatnya..mereka tidak punya uang.
Dari terenyuh…kami ber 6 mulai berfikir..kenapa kita gak coba kumpulkan mereka ya..ajak aja mereka aktif di kegiatan remaja lingkungan rumah kita…iya ya..kenapa tidak.
Awalnya tidak mudah…susah..karena mereka memikirkan ..ahh..enakan gue nongkrong nongkrong di sini..kalo ikut ikut lo..alahhh..paling lo cuma bisa nasehatin kita doang!..malesss..emak bapak gue aja gak nasehatin gue tuh!..itu rata rata respon mereka.
Tapi alhamdulilah…
Di mulai dari sibuknya Agustusan kemarin..sampe sekarang..respon mereka cukup bagus.
Ketika laskar pelangi di filmkan, gue dan temen temen langsung ngumpul..kita harus bisa ngajak anak anak yang kita rangkul ini nonton. Film ini bener bener bisa menggugah mereka..bahwa keberhasilan adalah untuk siapa saja yang memang ingin berusaha dan bekerja keras…
Bahwa dengan pendidikan..kita bisa menjadi orang orang yang lebih baik.
Ada 15 orang anak yang kita ajak nonton film…uang siapa?..uang pribadi…iya..benar benar uang kami ber 6.
Selesai nonton…
Tentunya gue ingin tau …apa pendapat mereka..karena niat kami mengajak nonton film ini adalah untuk menggugah mereka bahwa tidak boleh menyerah..bahwa anak anak berhak untuk bermain dan berpendidikan..bahwa anak anak tetaplah akan menjadi anak anak..namun mereka bisa jadi pintar dan hebat..tanpa narkoba..dan kriminal.
Sebutlah Imam..dia anak seorang janda yang bekerja membuang benang di sebuah konveksi. Imam cukup pintar di sekolahnya, dia kini duduk di kelas 6 sd.
Apa katanya?
“Kalo aku bilang si biasa aja ya Bunda”..(gue memang menyuruh mereka untuk memanggil gue bunda)
“Biasa gimana?..apanya yang biasa?”
Lalu Siti dan Rini..yang notabene temen main Imam juga ikut berkomentar.
“Cuma cerita anak orang miskin di desa yang sekolahnya payah kan?”
“He eh”…gue masih mendengarkan…
“Gini Bun, mereka punya desa yang indah..laut yang cantik…biarpun miskin..orangtua mereka sayang sama mereka..mau nyekolahin..dan juga kayaknya..walaupun mereka tidak bisa menikmati kekayaan atau uang..mereka tetep bisa seneng seneng tuh..”
“Ya…justru bukannya kaliah lebih bersyukur dari mereka…kaliat tinggal di Jakarta..semua fasilitas ada..memang tidak murah..cuma kan intinya yang penting ..kalian bisa meniru semangat anak anak laskar pelangi itu” Kata gue…
“Kak..anak anak laskar pelangi itu tidak sekolah di sekolah negeri di mana di dalamnya terdapat anak orang kayanya..mereka gak ngadepin tuhh dilema punya temen kaya sementara kita kere..dia jajan pangsit..kita jajan bakwan doang..dia beli teh botol..kita seret..gak sanggup jajan..mending emak kita perduli sama kita..dia udah sibuk..udah capek…nyuci baju seragam aja aku sendiri Bun”
“Iya Bun.”..kali ini Siti yang berbicara…
“Mereka gak punya bapak yang tukang main judi..yang tukang mukulin…yang nyuruh anaknya ngamen di pinggir jalan biar bisa dapet uang buat makan..mereka masih untung banget Bun..coba Siti..tiap pagi sekolah..makan gak jelas..sepatu bolong bolong ..tas mau putus..di sekolah ketemu temen kaya..belaguuuuuu..ngatain kita miskin..guru guru juga ikutan pilih kasih..emangnya Bu mus yang sayang sama semua anaknya..Guru di sini sayang sama anak murid yang kaya Bun…cuma sama kita yang miskin..di lirik aja enggak tuh”
“Bener banget..anak anak laskar pelangi itu kan gak ngalamin yang kayak kita Bun??? emang si jauh jauh naik sepeda ke sekolah..tapi ..kayaknya di sekolah temen temen nya baik..gurunya sayang..orang tuanya juga sayang..lah kalo saya..udahlah pagi pagi ke sekolah gak sarapan..sampe sekolah masih di sebelin sama orang orang karena kita miskin dan bau..ya iyalah bau..orang bajunya cuma 1 ..jadi nyucinya seminggu sekali!”
“Imam mah udah kebal kalo di katain Bun..cuma bingungnya..kalo bapak marah marah..katanya kita beban hidup..malah kita di suruh pergi jauh jauh jangan tinggalkan rumah..lahh..kita mau tinggal di mana bun??”
Lalu gue diam…
DAMN!!!
Betapa jahatnya kehidupan terhadap anak anak ini..perbedaan diskiriminatif yang anak anak ini hadapi jauh lebih sulit dari pada anak anak laskar pelangi itu..
Mereka gak punya bapak psyco yang gebukin mereka..
Setidaknya Ikal masih punya orang tua yang mengasihi..anak anak ini?!?!
Pemandangan dan pantai indah adalah tempat bermain laskar pelangi..anak anak ini?!?!..hanyalah pinggir jalan tempat transaksi narkoba biasa terjadi…
Ahhhh….
Rasanya perjuangan kita masih sangat panjang Mas Murti..mbak Titik..Aldi.Fathir..Dayuh..
Laskar pelangi..akhirnya menjadi Film..yang justru menyemangati KAMI ber 6..untuk terus berusaha merangkul dan mengasihi..anak anak yang tidak mampu ini.
Kami mampir ke sebuah restorang ayam goreng fastfood dalam perjalanan pulang..
Mekera girang sekali…sambil berteriak “Horeeeeeeeeeeeeee!!”
“Kita makan disini ya Bun..Asikkkk…OM Dayuh..Om MUrti..Om fathir..Om Aldi..Ibu Titik..Makasih yaaaa..asikkkkkkkkk!!”
Anak anak…
Doakan kami selalu punya rejeki lebih ya..agak kami selalu bisa berbagi dengan kalian…
Tangguh..beruntunglah kamu nak..ayah dan bundamu masih memiliki rejeki lebih dari orangtua mereka..dan pastinya..akan selalu ada kasih sayang tiada habisnya untuk mu..selalu..anakku.
Yes ..
Aku nggak bisa ngomong …
Lidah saya kelu …
Perjuangan mereka lebih berat …
Karena justru menghadapi situasi yang lebih kompleks …
Satu kelas dengan murid yang mampu …
Pilih kasih dari sang guru …
Aaahhh …
Mudah-mudahan mereka tidak menjadi anak yang minder …
Thanks Yess …
(this is the orther side of Yessy …)
amiin.. buat doanya mba yessy
“…….”
Lalu gue diam…
“…….”
saya pun terdiam!
Thank you for sharing this story with us, kita ga bisa menutup mata..itulah realitas dijalanan. ..ga butuh demo dijalan berkoar2 tentang dunia pendidikan, saya setuju bahwa tindakan nyata lebih penting adanya….doa dan support saya buat mu dan teman2….semoga saya segera menyelesaikan study dan bisa ikut bertindak denganmu …SEMANGAT!
Bener juga ya Mbak, lebih kompleks apa yang anak-anak asuhan Mbak Yess alami, mudah-mudahan aja mereka gak putus asa. Dan untuk kita yang jauh lebih beruntung, mudah-mudahan masih mau berbagi untuk mereka. Semangaaaaatttt!!
Benar-benar the other side of Yessy.
Semangat Yes
Kebetulan teman anakku saat SD (sekolah anakku di SD inpres) banyak yang seperti mereka. Saya mencoba membelikan buku, ternyata mereka nggak tertarik. Jadi dulu akhirnya saya dan suami menyumbang dan bikin perpustakaan di SD. Inipun tak banyak yang berminat baca…akhirnya saya merelakan garasi rumah menjadi tempat main mereka, bisa main dan baca di rumah, dan si mbak menyediakan makanan seperti mie rebus…namun saangnya sulit juga merangkul mereka, terutama keluarga yang ayahnya seperti Yessy ceritakan.
Jadi, intinya bukan kemiskinan, tapi adalah bentuk tidak bertanggung jawabnya orangtua terhadap anak, padahal anak tidak ingin dilahirkan. Orangtua menganggap anak hanya sebagai beban, dan harus menghasilkan investasi. Jika keluaraga saling menyayangi, walau miskin maka kehidupan bisa diubah, walau perlu tahapan,mungkin anak tsb tak terlalu berharap nasibnya berubah menjadi baik sekali, tapi minimal lebih baik dari orang tuanya, dan saat membentuk keluarga baru, dia berniat punya anak jika memang telah siap secara mental dan bisa memberikan kasih sayang.
Hai Yes..
Aku nggak akan bicara soal sisi lain kamu. Well, karena prinsip aku… kulit tidak menjamin isinya. Jadi kemasan narsis kamu tidak berarti semerta-merta menunjukkan bahwa kamu tuh narsis ya narsis aja! Hell, I always know that you are something..
Merinding sekali aku baca cerita ini, Yes.
Aku ingat sama pengalaman temanku yang menjadi pengajar sukarela untuk anak-anak jalanan. Kamu tahu? Dia pernah nangis! Kenapa? Karena ternyata, ada beberapa anak jalanan itu.. yang bandelnya setengah mati.. dan menganggap bahwa pendidikan itu tidak penting! Buat mereka, justru hidup di jalanlah yang menyenangkan… *ini bikin teman aku menangis, karena setelah itu, si Anjal itu.. malah memaki-maki dia lalu lari meninggalkan teman aku*
Satu hal…
Do something.
Don’t just say but do nothing.
Setiap hal positif, sesederhana apapun, akan memberikan hasil yang positif pula buat orang lain…
That’s what I know and always believe.
Thank you, Yes.
Keep up the good work, Darl..!
sungguh tak kuduga
yessy yang kelihatannya
galak, ternyata punya sifat mulia
saluuut…….deh. teruskan perjuanganmu nak
Satu kata tuk lo….
SALUT
Ga kebayang banget ternyata jiwa sosial lo besar juga
Andai saja para pembuat film laskar pelangi yang sedang ‘terbang’ krn disanjung2 filmnya sadar kl film mereka itu ga sepenuhnya bisa membangkitkan semangat anak2 lainnya karena realitas yang terjadi sekarang ini lebih ‘kejam’ di bandingkan anak2 di belitong
panjang amat tulisan loe ini…
btw, salam kenal, thx dah mampir ke blog gw (kunjungan balik neh)
mantaflah….
*teringat chattingan dgn om mumu:klo mo sukses, ‘menderita’ dulu* huhuhuw
salut mbak.. kalo memungkinkan, jadilah ortu asuh utk anak2 itu, mbak.. sebagai tanda syukur dan upaya membangun generasi yg lebih baik..
siiiip…….salut euy
moga selalu tertebar benih kebajikan di seantero penjuru bumi……
hebat…….nyang penting berbuat dan bertindak…….selamatkan generasii bangsa.
kok nggak bikin sanggar aja mbak ?? ato rumah singgah ? yg bisa menampung mereka dan disana diajarkan pendidikan, aklaq, budi pekerti dan keterampiiiilan sesuai dgn dengan bakat masing2 si anak.
Saya yakin banyak orang belum menyadari realita yang dihadapi anak jalanan seperti ini. Andai saja ada novelis yang bisa menuangkan kehidupan anjal ke dalam novel yang bagus, saya kira Riri Riza dan Mira Lesmana pun akan bersedia membuat filmnya, agar masyarakat sadar akan keberadaan anak jalanan ini, dan ikut membantu mengatasi persoalan mereka.
Tulisan yang bagus sekali, Mbak Yessy.
ya ampun mba, pikiran anak2 itu hebat banget. saya ngga nyadar kalo kehidupan mereka jauh lebih sulit drpd laskar pelangi…
hehhee…
iya mbak…
semoga punya rejeki lebih… supaya bisa ngebiayain anak2nya sekolah yang tinggi. supaya nti2nya ngebangun Indonesia, bahkan dunia!
hmmm…. inspiring film emang tuh laskar pelangi
amiiin amin.. behind the scene.
ya, realitanya memang seperti itu. banyak anak-anak jalanan di sudut-sudut ibu kota. salut, atas aksinya…
pikiran mereka perlu dicangkokin ama anak2 sekarang ya… biar hebat kayak mereka gitu… he..he..
Nanggapin pro kontranya SBY nggak boleh nonton…kadang aneh mbak, padahal filmnya ini perlu di tonton kalangan petinggi ya…biar tahu realita di kita itu begitu…
Gila gue jadi terharu mbak bacanya…
ah prespektif lain orang2 melihat film ini, dan memang film ini memberikan feel berbeda kepada masing2 orang, ada yg termotivasi ada yg seperti yang diceritakan anak2 itu.
kasihan juga kalo sampe saat ini mereka masih seperti itu… orang tua dan guru juga mestinya melihat film ini, sehingga ada terjadi sinkronisasi antara anak-ortu-guru
Salute Jeung, perjuangan yang mulia. Semoga semua lancar dan bermanfaat. Salute teruskan perjuangan mulia Jeung dan teman-teman. Allah pasti akan selalu membarikan Hidayah dan Rejeki berlimpah kepada orang seprti kalian. Thanks
Jadi mau dinamain apa mba laskarnya?
salut mbak, sy dukung doa jg ya….
haallloo my big sista..goog morning..??? dah bgn blom??
sedih juga, tharu bacanya..dulu didepan kampus saya ada rumah singgah khusus pengamen jalanan n anak2 yg tdk mampu yg sering ngkrong…kasian jg liat mereka tapi karena sy sering nongkrongin kereta api didepan rumah mereka, jadinya saya kenal n kadang kalo ketemu dikereta kami sering2 ngbrol2 n tar gw kasih uang jajan dech…kadang anak2 seperti itu bisa lindungijn kita dikereta api..
salut!!
terharu bacanya
semakin kuat keyakinanku bahwa film laskar pelangi hanyalah “menyentuh” bagi masyarakat kaya di kota. bagi kaum “pinggiran”? itu biasa saja, bahkan tidak ada apa2nya dibanding dg “kesakitan” yg mereka derita…
yess, salut atas dedikasimu… semoga ada yg bisa kita lakukan bersama untuk membantu mereka, katakanlah…!
knp y ortu mereka bs bersikap kaya gt ? kasihan mereka, smg diberi kemudahan. amien
Emang sesuatu itu gak akan sama di mata tiap orang, yg penting ingatkan mereka untuk dpt mengambil suatu pelajaran dr tiap hal yg mereka liat, dengar, rasakan dalam setiap langkah/detik kehidupan ini.
…langkah kecil yg membawa dampak dahsayat. Salut buat mbak yessy, cs. Tetap semangat mbak…!!!
Selamat & salut buat Mbak…ya
Tks
salute!!!!…., semoga niat dan langkah yang Tante Yessy beserta mbak Titik, Mas murti, Aldi, Dayuh, dan Fathir, akan mengilhami orang-orang yang lebih rezeki untuk berbuat juga…,
salam yang tangguh Bua si “TANGGUH” ya nte Yessy…, kapan ke pekanbaru???
tuh kan, sebenarnya keinginan mereka lebih simpel dari yang kamu kira, yess. wong keinginan mereka tuh, makan ayam goreng ‘impor’ kok.
pengenmu kan mengajari mereka ‘nilai’, seperti di LaskarP kan ? tapi mungkin belum waktunya bagi mereka….mending kamu tunjukkan saja kebaikan pada mereka. biarkan mereka mencontoh kebaikanmu dan teman2.
ok, sist. semoga usahamu diridhoi Allah.
tulisan yang sangat menarik.
tetep semangat ya.
salam kenal
Mantap. Sebuah tulisan yang sagat dewasa. Membaca postingan ini membuat saya ingin memeluk penulisnya. Hehehehe…
nice…
Mulia sekali yah…
Ia laskar pelangi memang menggugah orang yg menontonnya untuk menjadi ‘orang’ yang berarti
Kalo anak2 nya secerdas Yessy mungkin Laskarnya lebih heboh lagi
Sip..Sayangi mereka yang tidak sempurna, dengan cara-cara sempurna…
Sukses ya!
aku idem dengan Uda Vizon, film itu hanya menyentuh masyarakat kota, yang sadar…oooh ada masanya seperti begitu ya… Karena romantisme masa lalu, yang memang mengalami kemiskinan tapi bukan kemiskinan kasih sayang.
Tidak bisa kita ajak anak-anak jalan untuk mau belajar hanya dnegan nonton film
(kamu juga harus nonton film daun di atas bantal…. tragis…ironis)
cause hidup real mereka lebih kompleks. Cara pendekatan memang harus dengan yang sifatnya hiburan dulu, pendekatan dari hati-ke-hati dan ini butuh waktu lama dan trik yang cukup sulit (kalau kitanya ngga ada waktu atau ngga sabaran susah) …. baru kemudian timbul kesadaran dari mereka untuk mau bangkit sendiri.
Yes, semoga kamu dan teman-teman selain diberi rejeki juga diberi kesabaran menghadapi mereka. Mereka lebih haus cinta kasih daripada pendidikan atau uang.
Saya cuma bisa bantu dnegan doa dari jauh….
EM
Ping-balik: Sepotong kesal, dan pemikiran…dalam bus 43. « yessymuchtar
Ping-balik: Kisah Aminah… « yessymuchtar