Butuh keberanian dan ketabahan untuk membuat postingan ini…
Di dini hari yang hujan gerimis….
setelah bercengkrama dengan suami yang kini telah terlelap.
Dan Anak lucu yang hebat yang saat ini sudah nyenyak…
Mencari teman…untuk sekedar menemani terjaga dan menunggu kantuk menyerang…tapi seseorang yang terbiasa tidur jam 3 pagi pun tidak menjawab pertanyaan gue baru saja..
“still awake?”
Dan tidak ada balasan…
Maka Jari tangan ini mulai mengetik kata demi kata yang hendak keluar…yang entah nanti menjadi kalimat apa…yang gue sendiri bahkan tidak mengerti apa…
Gue terbiasa tersenyum…
Memalsukan wajah di saat duka, melontarkan guyonan di saat kesal, mencoba melucu di saat sebal.
Karena gue bekerja dengan orang banyak…dan berteriak sambil memuntahkan emosi ..sepertinya bukan hal bijaksana yang layak gue lakukan di kantor..
Maka kembali ada senyum palsu ini…
Mencoba memasang status konyol di Yahoo messanger…membalas celaan teman, atau melontarkan ejekan yang kelak sukses menghebohkan satu ruangan dan kembali menjadi ledakan tawa di seantero lantai….
Itu gue…
Dengan tertawa..gue bisa menutupi gundah hati dan sedih jiwa….
Lantas …kenapa Yessy?
Ada apa dengan kamu hari ini?
Bukan dengan ayah dan Tangguh pastinya…karena kedua lelaki ini sudah begitu baik menghujani gue dengan senyuman serta ciuman…setiap hari…setiap saat….setiap waktu….
Lantas apa?
Selama ini…
Selama hampir 5 tahun ini …
Adalah kali pertama gue bereaksi atas kesedihan yang sangat …dan gulana yang hebat…
Inilah air mata yang menetes dan hampir banjir…pertama kali…karena puncak emosi tertahan..dan sakit hati yang kecewa….
And i was sillently cry…..
Bukan karena apa dan siapa….
Tapi cobalah mengerti…bahwa tidak semua orang bisa dengan gampang bermulut manis bersamaan dengan tikaman belati di belakang.
Apa gue memang harus belajar menjadi seperti itu???
Ya..Yessy…di sini…..belajarlah seperti itu…..








