
Kisah Aminah…
Januari 5, 2009Warning…jangan baca postingan ini kalau tidak mau liat gue yang lagi sok kepinteran dan sok merasa bener…gue ulangi…JANGAN!
Tadinya gue pikir umurnya sudah 16 tahun….tapi setelah gue tanya ..ternyata dia baru akan berumur genap 16 tahun di awal Agustus 2009 ini. Itu berarti dia baru berumur sekitar 15an…
Namanya Aminah.
Dia salah satu anak anak yang dekat dengan kami..anak anak yang gue ceritakan di sini.
Seharusnya..untuk gadis kecil seusianya..dia sudah harus duduk di kelas menengah SMP di kelas 3…tapi apa mau di kata, akibat orangtuanya telat menyekolahkannya….Aminah baru duduk di kelas 1 SMP sekarang.
Prestasi sekolahnya tidak terlalu buruk, walau memang belum bisa di katakan juara..atau hebat.
Gue tau Aminah suka membaca ….bahkan majalah Gadis gue jaman usang dulu, dia masih suka membacanya.
Keterbatasan dana tentunya membuat gue tidak menyianyiakan bentuk bacaan apapun..asal bermanfaat.
Gue memang lebih dekat dengat Siti dan Imam, jika gue libur..bisa di pastikan gue akan menyediakan waktu untuk anak anak ini.
Aminah lebih sering menghabiskan waktunya bersama mbak Titiek dan mas Murtie..pasangan suami istri yang juga bersedia merangkul anak anak ini.
Kabar yang begitu mengejutkan gue terima dari mbak Titiek….
Aminah akan menikah.
…………………………
Gue tentu bingung…
Tadinya bahkan gue menyangka mbak Titiek ini bercanda, cuma dengan muka gelisahnya…gue tau…dia serius.
Kami memang bukan orangtuanya…
Tapi jangan ragukan rasa sayang dan cinta kami pada Aminah.
Ketika kami menyampaikan keberatan kami kepada orang tua Aminah.
Pastinya keberatan kami di tolak
Mereka tidak menerima alasan apapun…
Bahkan tidak memikirkan ..bagaimana sekolah Aminah kelak.
Dari orangtuanya aku tau….Aminah akan di nikahkan dengan seorang duda tanpa anak berumur 34 tahun …seorang supir bajaj.
SHIT!
Tapi gue bisa apa?
Panggil kak Seto?…..
Mengadu ke komnas anak?
Beberapa jam sebelum gue posting tulisan ini, Aminah main ke rumah.
Sambil membuka dan mambaca koleksi Harry Potter gue.
Gue berusaha banget untuk membuat santay suasana, walaupun kelihatannya Aminah cuek aja, tapi gue gelisah setengah mati.
“Min?’
“Ya bun”
“Kamu tau ..arti kata istri?”
“Tau…”
“Apa?”
“Ya…masak, nyuci, jaga rumah, jaga anak…gituh kan bun?”
“Mm…”
Dan Aminah kembali asik membaca…
Gue terpaksa mengganggunya lagi.
“Kamu tau calon suami kamu kayak apa?“
“Baik”
“Selain itu?”
“Selain itu apanya bun?….gak ngerti?”
“Mm…Kamu tau kesukaannya?..yang dia tidak suka?…dia sebelum menikah sama kamu gimana?…kenapa alasan dia meninggalkan istrinya yang dulu?”
“Enggak”
Aminah menjawab dengan muka polosnya.
“Perasaan kamu mau menikah gimana?”
“Hehehe…malu bun”
“Kenapa malu…?”
“Yaa…aku pacaran aja belum…eh udah nikah segala heheh”
“Min…kalo kamu menikah…masih sekolah gak?”
“Masih dong!”
Dia semangat sekali…
Apakah dia tau?…pastikah itu?
“Suami kamu namanya siapa Min?”
“Aku manggilnya Mang jaka…hehe..cuma sama bapak di suruh manggil akang sekarang..”
Aminah tersipu…
“Bunda tanya lagi boleh ya?”
Aminah mengangguk dengan mata tak lepas dari buku yang dipegangnya…
“Nanti kalo sudah menikah..kamu ..langsung punya anak gak si?..kamu ngerti kan?..kalo orang nikah…terus hamil…gituh?…tau?”
“Kata mang …eh akang Jaka…maunya cepet cepet punya anak bun…soalnya kan kang Jaka belum punya anak juga…”
Ya Allah…
Aminah betul betul perempuan hebat ..jika ia ikhlas melaksanakannya…
“Kamu ..senang Min…mau menikah?”
“Mm..kata ibu si bun…perempuan itu harus cepat menikah…kalo kelamaan malah gak laku…ibu ku kan nikah umur 14 bun..”
“Kamu belum jawab…senang gak?”
“He eh..” wajah Aminah merona…
Apa yang bisa gue harapkan dari jawaban gadis kecil 15 tahun dengan latar belakang orangtua yang rendah pendidikan.
Gue dan teman teman mungkin bisa mengajari pendidikan..tapi kehidupan?…sudah ada pola tertentu yang tertanam di benak dan hati mereka masing masing ..berkat orang tuanya.
Gue kembali tercenung…
Seusia Aminah dulu…gue masih asik bermain sama teman teman..
Masih asik bermanja sama papa…
Masih belum berani tidur sendiri!
Iya..gue inget…gue selalu tidur dengan pembantu ..saking takutnya…
Lagi genit genitnya ngecengin tetangga depan rumah.
Iya iya..bakat genit gue emang udah tumbuh subur dari dulu…no further comment please…
Tapi Aminah???
Apa dia tau tugas seorang istri?
Apa dia tau…kelak dia akan meladeni suaminya …tidak hanya makan…melayani keperluan sehari harinya….
Apa Aminah tau bahwa kelak dia akan menjadi pasangan sex suaminya?…yang harus meladeni dan melayani suaminya di tempat tidur…yang dia harus siap tanpa dia tau..apakah rasanya harus enak dan nikmat…atau hanya sakit dan pegal???
Damn …Aminah..kamu itu udah pernah ciuman belum si!?!?!
Menjadi istri….saat umur mu 15an?
HEH!?!?
Gue aja yang nikah di umur 25 ..semua teman teman gue ribut teriak dan bilang gue nikah kecepetan!
Bukan salah mereka juga si…
Komentar itu pasti di sebabkan karena keganjenan dan kegenitan gue yang seringkali melebihi kadar umumnya…what can i say?…i dont even know is it a gift?..or simply a curst!
Jadi istri !?!?
Separo sinting dan sedeng gue bakal keluar kalo gue lagi senewen…
Gue tidak ingin menyalahkan Aminah .
Lantas menyalahkan orangtuanya?…apakah juga jalan keluar?
Bapak Aminah hanya seorang buruh bangunan dengan pendapatan 45 ribu rupiah perhari….
Aminah anak ke dua dari sembilan bersaudara…
Dua kakak Aminah sudah menikah dan di bawa suami suaminya…
Aminah masih punya enam orang adik lagi di rumahnya.
Sementara ibu Aminah…
Entahah …
Gue bingung mesti komen apa….
Pernah ada yang minta tolong untuk menjadi buruh cuci dan setrika pakaian.
Ibunya Aminah menolak…alasannya…anak anaknya tidak ada yang menjaga.
Bukan alasan yang salah memang.
Maka jika pemikiran menikahkan Aminah untuk melepas salah satu biaya keluarga di pandang oleh mereka sebagai salah satu jalan keluar ….mungkin saja benar.
Tapi Hey…
Bu..Pak….
Kalian berdua kan tidak menyekolahkan Aminah dengan uang kalian?
Dana Bos (bantuan operasional sekolah) di sekolah Aminah cukup membantu…
Masalah kelengkapan dan yang lainnya….bukankah kalian juga tidak pernah mengeluarkan uang tambahan???
Jujur…gue gak berhak marah.
Gue gak berhak menghakimi bapak dan ibu Aminah.
Karena gue tidak dalam keadaan dan posisi seperti mereka.
Memarahi mereka hanya akan menghilangkan simpati mereka terhadap gue dan teman teman lainnya.
Tapi gue jugaaa gak tegaaaa liat Aminah nikah di umur seginiiiiiiii
15…
SINTING!!!
Dengan muka ingusan dan payudara yang baru numbuh itu..kamu sudah akan menjadi istri dari seorang supir bajaj!!…yeah righttt….
Kamu bisa dapetin yang lebih baikkk dari ituu kalo kamu sekolah Minnnnn!
Kenapa gak sekolah dulu aja si ?
Kalo dia berpendidikan dan di sertai ketrampilan yang baik..Aminah punya kemungkinan besar untuk menjadi lebih berhasil dari pada sekedar istri dari supir bajaj….
Tapi kembali lagi….
Aminah sepertinya tidak terlalu keberatan dan sedih …
Orangtua Aminah punya alasan ….
Dan untuk ikut campur lebih dalam kedalam urusan ini…sudah bukan kapasitas gue dan teman teman gue lagi…
Aminah…
Jika kelak memang jalan kamu untuk menikah muda di usia 15an ini.
Semoga Allah memberikan mu kekuatan.
Menjadi istri
Menjadi Ibu
Kelak…
Ditulis dalam Not a Simple Life ..at ALL !!!, Rumah Cempaka Baru |

cinta keluargaan yah,,,
salam kenal yah…
Yahhh, hal yang paling membosankan adalah ketika kita tau itu benar namun kita tidak bisa berbuat apa apa…..
kemiskinan memang kadang memaksa seseorang untuk jadi lebih cepat dewasa. kasian ya…waktu bermainnya jadi nggak ada. ilang masa-masa indah buat jadi….ya anak-anak. alah sok bijak nih saya…
mudah-mudahan aminah menemukan yang terbaik..
Kadang idealisme kita tidak nyampe ke orang lain…
tapi itu kali pilihan hidup bagi seorang aminah.
tinggal bagaimana aminah itu dikasih pengetahuan ttg wanita, bukan hanya sebagai budak di rumah tangga.
Kadang kita perlu berpikir bahwa jalan yg kita tempuh belum terlalu benar untuk semua orang. Aku percaya bahwa jalur sudah ditentukan dan kita memilihnya. Taruhlah akhirnya Aminah menikah, pasti dia memang sudah memiliki yang terbaik di hadapannya. Well, you ve done the best, dan gw suka ketika kamu mnyadari kapasitasmu. Itulah contoh teman dan sahabat yang baik! You are!
Walaupun akhirnya si aminah harus menikah di usia 15 tahun,kita hanya bisa berdoa semoga dia mampu,kuat dan tabah menjadi istri dan ibu buat anak2nya kelak.
Ooh… Aminah, kasihan dikau tidak dapat memilih.
Tapi, dibalik semua itu, ada keikhlasan untuk mengabdi/berbakti pada orang tua yang patut di contoh.
Bagus ceritanya… Mbak.
salam
titip doa aja buat aminah
kehilangan kata …
HHmmm …
Semoga saja sopir bajaj itu adalah seorang suami yang baik buat Aminah …
dan jikalaupun bukan …
semoga saja Aminah tabah menghadapinya …
Dan Yang Maha Kuasa selalu memberikan Aminah kekuatan dan ketabahan dalam menjalaninya …
Salam saya
Kadang, orang berpikir bahwa menikah merupakan satu2nya jalan untuk menyelamatkan kehidupan keluarga, terutama yang berasal dari keluarga miskin.
Mudah2an Aminah memahami arti penting menjadi isteri, menjadi seorang ibu, karena dari dialah akan tumbuh anak-anak yang memerlukan perhatian dan pendidikan yang cukup.
Waah…semuda itu kah?
Semoga ini jalan terbaik buat Aminah yang diberikan Tuhan.
tumbal? korban ? atas kemiskinan orang tuanya..?
semoga langgeng aza.,.,.,
dan ga timbul masalah yang besar bagi semuanya
ckckck.. what a life??
gw jadi ikutan emosi nih bacanya..
kira2 lu akan melakukan demo ke rmh si aminah gak mbak?
kalo emang iya, gw rela ikutan deh..
duh….gw bingung mbak mo comment apa…
cuman turut mendoakan AMinah biar selalu di lindungi allah…amin
Kayaknya masih banyak aminah2 lain di negeri ini, Yes. Mereka sangat rentan untuk mengulang kembali nestapa yang telah dilakoni oleh ibu-ibu mereka. Dana BOS kan cuma buku dan uang SPP Yes. Dana BOS tidak mengcover ongkos, pakaian seragam dan uang jajan.