
The Forbidden Love.
Mei 28, 2009“Kenapa kamu gak bilang?”
Tanyaku sekali lagi, sambil menatap matanya, menikmati harum Hugo Bossnya, sambil memain mainkan tanganku pada cangkir kopi yang sudah hampir kosong ini.
“Kenapa aku mesti bilang?..apa bedanya darling?”
Jawabnya ..santay saja.
“Hey..kamu menikah..masak aku gak tau..”
“Loh…apa iya kalo undang kamu akan datang?..mm…jangan bercanda beib ..” jawabnya manis sambil menyentuh lembut pipiku.
“Ya enggak sih..but at least aku tau ..aku tidak akan menganggu kamu dengan sms sms tidak penting ku…aku juga mungkin akan mengurangi frekuensi menelpon mu…atau mungkin tidak akan meninggalkan email email tidak penting saat kamu benar benar sibuk ..”
Lelaki itu tersenyum…menghisap rokoknya dalam dalam …menghembuskannya…kembali menatapku..seperti menelanjangi tubuhku…dan memberikan senyum yang …sumpah paling dahsyat yang pernah di berikan seorang adam kepada kaum hawa….sambil berkata…
“Aku pernah bilang bukan…hubungi aku saat kau inging menghubungi ku …terserah..bebas…dan aku pasti akan ada saat kamu butuhkan …begitu sayang”
Lantas dia mendekat padaku…memberikan kecupang hangatnya di keningku..lantas di kedua pipiku…menyentuh sedikit hidungku…dan menghabiskan waktu lebih lama untuk bergulat dengan bibirku…tanpa perduli kami di depan umum..di sebuah kafe di kawasan kemang…di jam jam yang memang tidak ramai.
Satu hal yang ku suka dari nya…dia tidak sungkan memperlihatkan kemesraannya.
Dia seperti ..bangga…memelukku..menciumku..membelaiku…
Bukankah itu yang diinginkan setiap perempuan?
Bahwa lelakinya merasa bangga akan kehadirannya di sebelahnya?
Bukan dengan sungkan atau risih hanya karena sang perempuan menggandengg lengannya..atau sekedar mengecup lembut pipinya di depan umum?
Setidaknya itu yang aku rasakan.
Walaupun aku tahu, bahwa aku bukanlah satu satunya perempuan yang mencintainya, yang mencumbunya, yang memanggilnya dengan sebutan hon..atau beib…atau apapun yang biasa kamu sebutkan untuk memanggil nama kekasihmu.
Tapi aku menikmati hubungan ini.
Aku menikmati menit menit di mana dia hanya menjadi milikku..dan aku hanya menjadi miliknya.
“Kamu nikah sama tunangan mu kan?”
“Iya..”
Dia tidak melepasku dalam dekapannya..sambil menikmati lantunan musik dari pianis yang memainkan pianonya di sudut ruangan.
Dia memainkan rambutku yang terurai, sambil memainkan ujung ujungnya ..memintirnya sampai terkadang agak kusut..ahh..aku tidak pernah bisa marah…bagaimana aku marah kalau aku saja menikmati setiap hal yang dia lakukan terhadapku..apapun …kapanpun…dimanapun.
“kapan kembali ke Jogja?”
“Lusa..”
“jadi ini pertemuan kita yang terakhir?”
“Hey..siapa bilang ini pertemuan terakhir kita?..memangnya kamu sudah tidak ingin menemuiku?..mm?…kamu bikin aku khawatir sayang..”
“Well…kamu sudah menikah…nantinya tidak akan mudah untuk kamu ijin-ijin ke Jakarta..selama ini kan kamu berbohong sama kantormu..kamu bilang menengok keluarga mu yang tinggal di sini…nanti kebohongan apalagi yang akan kamu ciptakan kepada istrimu, Mas?”
“Itu perkara gampang sayang…gampang..aku tidak sanggup jika harus tidak menemuimu lagi…aku bisa gila….bahkan sekarang aku sudah gila kan?..mm?..mencintai kamu…tadi tidak menikahimu?…hehe”
Aku biasanya muntah mendengarkan kalimat gombal gak mutu seperti itu…tapi jika kamu mendengarkan kalimat barusan dari seseorang yang begitu kamu kagumi dan sayangi…kata kata itu seperti alunan merdu symphony yang paling indah ..yang pernah ada. Dan kamu bohong kalau kamu bilang ..kamu tidak terbuai kalimat itu.
Sudah setahun lebih aku mengenalnya. Di mulai Dari perkenalan biasa kalangan bisnis. Perusahaannya adalah salah satu customer terbesar dari perusahaan tempat ku bekerja.
Dari mulai bicara soal pekerjaan, lalu menyinggung hoby..kami punya kesukaan yang sama…kami memandang Iwan Fals sebagai musisi paling genius di Indonesia.
Kami pecinta Julia Roberts tapi tidak pernah suka dengan filmnya yang berjudul pretty Woman…dia bilang …Julia tidak ada cantik cantiknya di situ…he he ..aku setuju..menurut ku Julia Roberts paling cantik dalam filmnya yanag berjudul my best Friend wedding..padahal dalam kedua film itu..dia sama sama berambut keriting megar anehnya itu .he he …aneh memang bagaimana cara kami melihat seseorang itu cantik atau tidak…tapi kami punya ketertarikan yang sama setidaknya…kami tertarik dengan satu sama lain.
Panggil saja namanya Hendra, itu nama akrabnya.
Dia tinggal di Jogja, aku mengenalnya saat dia masih single walau aku tau dia sudah bertunangan dan akan segera menikah.
Kami berhubungan …tidak terang terangan memang, hey…dia bekerja di perusahaan klien terbesar ku..apa kata orang nanti?..i date my client?
“Aku boleh meminta sesuatu?” Tanyaku pelan..
“Apa?”
“Jadikan saja ini pertemuan kita yang terakhir..”
“Kenapa begitu? “
“Aku semakin susah melepasmu nanti…sudahlah, ini yang terbaik…”
“Kamu tidak perlu melepasku. Aku yang memelukmu erat-erat, ingat?”
Aku tidak suka ini.
Berada dalam keadaan bukan pilihan, bukan satu-satunya, bukan yang paling utama. Damn! Betapa tidak enaknya. Aku tidak bisa membuat keputusan apapun. Bolanya tidak berada dalam genggamanku. Sedangkan aku begitu menikmati permainan ini. Dan bodohnya, aku mulai terbawa permainan ini…Dan aku mulai takut kehilangannya.
Berbagi???
Tau apa aku tentang berbagi??
Terbiasa menjadi anak tunggal seumur hidup tidak pernah membuatku belajar untuk berbagi mainan, atau pakaian, atau apapun itu. Aku tidak mau berbagi, terutama untuk seseorang yang aku cintai…
APA?!?!
Aku barusan bilang apa?!?!
Aku cinta padanya???
Tuhan…Kill me now…
“Sudah sore…”
“I know…”
“Tapi aku tidak mau pergi…”
“Kamu pikir aku mau membiarkan mu pergi?”
“Aku harus pergi….”
“Dia sudah sms?”
Aku mengangguk. Aku sudah ada janji dengan seseorang malam ini, dan aku tidak bisa membatalkannya. Aku harus pamit dari lelaki yang mulai menyelimuti hatiku dengan kehangatan dan menyinari ku dengan binar-binar di bolamatanya. Dia mengantarku kembali di tempat dia menjemputku sebelumnya. Sebuah tempat yang aku yakinkan aman karena jauh dari orang orang yang aku kenal.
“Will call you soon, beib”
“Mm…iya..”
“Come on…”
“Take care ya…”
“Pasti..”
Aku memeluknya erat, membiarkannya menciumku, melumat bibirku, membiarkan tangannya bergerak bebas menyentuh seluruh bagian tubuhku. Menikmati setiap sensasi yang ditimbulkannya. Gosh…betapa dia amat sangat tau apa saja hal-hal yang aku sukai dan aku inginkan. Bahkan aku tidak perlu mengatakannya. Dia kembali memagut bibirku, mengajak lidahku untuk bermain dan mengksporasi setiap bagian dari mulut dan bibirnya.
Dan dia harus berhenti di situ…
Karena aku harus segera merapikan diri dan turun dari mobil ini untuk kembali menunggu jemputan pertemuan berikutnya.
Dia pergi….aku tau dia akan kembali untukku.
Begitu kembali, dia akan berstatus sama denganku.
Menikah.
Sebuah sedan berhenti, seorang perempuan masuk kedalam mobil itu.
“Tumben mama minta di jemput di sini? Kenapa?”
“Tadi teman Cuma bisa mengantar sampai di sini, pa…dia beda arah”
“Ouw..okey…jadi nonton dulu?
Perempuan itu menoleh kepada sang lelaki. Memberi anggukan dan sebuah senyuman yang manis.
“Iya..:
<p>Namaku Arleta Fauzi, 31 tahun, menikah, dan punya seorang kekasih yang sebentar lagi akan menikah dengan tunangannya di sebuah kota masih di pulau Jawa….God…Help me now…

tante.
aku suka ceritanya!
Ceritanya memberiku inspirasi
Dahsyat!
wew….cerita nakal tapi seru!
hehehehehe…keep writing beib
Mmmmm …. jadi selingkuh itu kayak gitu ya (*pura-pura nggak tahu*
)
pasti sedih sekali kalau yang jadi sang suami!….
salam kenal yessy….aku selalu baca semua tulisanmu lho! renyah aja!
hmmm…. menghanyutkan
salam kenal
boleh pasang link ke sini kan?
sst… si arleta gak tau tuh, suaminya juga baru pulang dari nge-date sama seseorang di hotel seberang jalan, hehehe….
Nice !
Antara cerpen, sorotan sosial, dan alam nyata. Slengekan dlm menuang kata, tp sarat makna. Tulisan yang bagus Yes, mirip yg sudah-sudah!
yes, seperti katamu, cerita-ceritamu emang nggak jauh-jauh dari soal cinta dan intimacy. but hey, people love it! so keep publishing it! why fuss?
aku sendiri ingin bisa menulis seseksi ini. tapi kapan? membaca saja aku suliiit…
ditunggu cerita-cerita berikutnya.
asyikk nih…
kira-kira ada gak ya di dunia nyata??
Yes….jd nama loe yg benerannya arletta to?kok gak bilang? Hehehe keep posting yak…
wah ceritanya seru ni
aku suka dech
Pass …
kalo ga ada yang mau,, biar saya yang bunuh dirimu arleta.. eh,, bunuh aja si cowok kurang ajar yang ga ngerti apa arti setia