
Najies dan Lebay (mode: On)
Juni 13, 2009Mendadak gue sedih, ingin menangis. Dan tidak suka berada si kantor yang sudah hampir 5 tahun ini menjadi rumah kedua gue. Bukan karena ada orang yang jahat, bukan karena ada orang yang sirik, bukan karena ada orang yang sibuk ngomongin gue….bukan, sama sekali bukan itu. Kalo cuma itu, gue siy udah bisa lumayan kebal untuk menghadapinya.
Tapi ada suatu hal, tentang pekerjaan, tentang harga diri dan tentang betapa gue tidak amat suka di perlakukan seperti yang saat ini gue dapatkan. Mereka sibuk membicarakan project ini. Sibuk untuk terlihat paling tau, paling bagus, paling handal, dan paling “menolong”. Padahal yang terbaik yang bisa mereka lakukan adalah kembali mendelegasikannya kepada gue. Bukan satu orang, bukan dua orang, tapi semua pic yang sok sibuk itu tadi akan mendelegasikannya kepada gue.
Sampai-sampai gue harus menelpon ke sebuah negara dengan orang-orang yang berdialek bahasa Inggris yang aneh untuk mengatur agar sesuatu ter pick up dengan benar.
Lantas apa yang mereka kerjakan?
Apa yang mereka lakukan?
Kalo mereka cuma bisa nyengir, bilang “Sip!” dan kembali menoleh ke muka gue sambil bilang..”Jangan lupa ya, Yess?”
Dugaan gue benar. Ini akan menjadi mimpi buruk sampai nanti semuanya ini benar-benar berakhir. Project ini membunuh gue pelan-pelan. Bikin gue gak punya nafsu untuk kekantor. Bikin gue deg-degan menanti email pagi.
“Apa lagi yang akan mereka suruh buat gue hari ini, ya?”
“Apa lagi yang akan mereka minta gue untuk perbuat hari ini, ya?”
Gue sedih. Dan gue betul betul tidak mengerti dengan orang-orang yang begitu banyak di cc kan dalam email-email komunikasi gue ini. Karena cuma hanya akan gue yang membalasnya, karena cuma hanya akan gue yang melakukannya, dan karena…cuma hanya akan gue yang ribut, di marahi karena gak becus, menelpon ke luar negeri untuk memastikan ini sudah terpick-up, di benci customer service karena di anggap amat sangat memaksa, dan di ingat oleh operator sebagai orang yang menyebalkan karena dia selalu di minta untuk menyambungkan gue ke luar negeri.
Jika semua ini membuat gue kurus, FINE!
Karena ada nilai postive yang bisa gue ambil.
Kelak jika kalian menyaksikan sebuah festifal film internasional untuk anak, yang di gelar oleh sebuah yayasan film, dan disponsori oleh sebuah perusahaan ekspedisi asing. Ada gue yang berdarah-darah demi semua film-film itu. Najies, lebay….tapi lebih baik gue najies dan lebay dari pada gue tiba-tiba nangis dan merusak tatanan make-up sempurna gue.

Yes,
you are indeed awesome!
Gw tag yah Bu, coba dibikin PRnya..
cek my latest post.
tks
Tabah Yes tabah
Sy suka banget kalimat yg terakhir, mmbayangkan kamu menarik nafas panjang, melihat ke kaca, lalu mengangkat kepala tinggi2 dan berjalan keluar menghadapi satu hari lagi yg harus dilalui tetap dengan tatanan make up yang sempurna itu melekat di wajahmu. (^_^)
hai
padahal sengaja setting tanggalnya di mundurin
makasih ya….
kalian liat saja postingan ini mbak-mbakku
saatnya minta naik gaji berarti… hehehe.
salam kenal ya.
Walah… ada postingan terselip rupanya.
Yessy, gambatte ya… sukses dah…
Yess …
Do not worry …
kamu tidak sendirian …
Dan jujur saja … ini sangat “makan hati” kalo kita tidak bersabar …
Kita yang banting tulang … mereka yang dapat nama …
ini memang menyesakkan …
Tapi percayalah …
Mutiara akan tetap menjadi mutiara …
So semangat Yess …!!!
OK ???
No Comment !!!!
idem dengan om NH
Akur sama Arman, saatnya nodong kenaikan gaji yes..
It’s your right, baby!..
adakalanya Anda mengeluh dan adakalanya juga Anda harus tertawa ya Jeunk.. semangat..semangat Tuhan paling sayang sama hambaNya yang ikhlas
-salam- ^_^
Hahahaha
parah lu Yes…
drpd ngerusak make up
anw…
jadi kopdar gak siy kita?