h1

What I Think About “Jodoh”…

Juni 29, 2009

Jodoh itu apa siy?

Kapan kita tau kita berjodoh dengan seseorang?

Kalau orang menikah, lantas cerai, apa itu masih jodoh namanya???

Jadi yang namanya jodoh itu seperti apaaaaaa?!?!?

Seorang teman yang baru saja putus dari pacarnya menanyakan pertanyaan-pertanyaan itu kepada saya. Jujur, saya sendiri yang sudah menikah dan punya anak saja, saya tidak tau bagaimana cara menjawab pertanyaan-pertanyaan itu. Menurut saya tidak ada yang pasti, tidak ada yang mutlak, dan tidak ada yang …mm…abadi.

Bukannya saya pesimis. Saya siy percaya sekali bahwa someone somewhere is made for you. Bahwa kita memang memiliki pasangan yang di gariskan oleh Allah. Tapi saya juga percaya bahwa jodoh itu butuh usaha, butuh yang namanya ikhtiar, butuh perjuangan dan doa…dan tanpa itu semua, mustahil kamu bisa mendapatkannya dengan mudah.

Oh, mungkin definisi di atas akan pas jika saya bicara tentang seseorang yang sama sekali jarang memiliki hubungan, jarang pacaran, atau bahkan gak pernah…tapi bagaimana dengan kasus teman saya barusan??? jari saya bisa habis untuk menghitung berapa kali dia menjalin hubungan kasih dengan seseorang. Putus, nyambung, puuuttttuusssss….nyambung, lantas putus, dan kembali nyambung! edan…ada kali 30kali…hehehe..lebay ya saya?

Bukan berarti dia susah menemukan seseorang kan? intinya dia gampang saja menemukan orang yang tertarik padanya dan pastinya dia juga tertarik sama orang itu. Lantas? apa begitu saja? selesai? semudah itu???

Tentu saja tidak! hihi…

Hubungan cinta antara dua orang manusia yang terdiri dari beda kepala dan beda kepribadian itu pasti mengalami benturan. Seorang teman saya bahkan pernah putus cuma gara-gara mantan pacarnya tidak suka makan pecel lele!

“Yessy!! gue itu maniak banget sama pecel lele!!! eh masak iya gue pacaran sama cowok yang geli ngeliat lele!!! menurut lo!??!?!”

Hehehe, agak berlebihan menurut saya. Tapi sekali lagi, bukan hak saya untuk menilai. Keputusan untuk terus bersama atau tidak tentunya ada di tangan teman saya itu. Well, menurut saya cinta itu butuh kompromi…Bukan perkara seberapa besar kamu mencintainya, bukan perkara seberapa ingin kamu memilikinya menjadi pasangan hidupmu…tapi tentang bagaimana kamu bisa menerima pasangan hidupmu apa adanya, tentang bagaimana kamu bisa bersikap dan menyesuaikan diri agar pasanganmu mau mengerti dan tidak keberatan. Ada hal-hal yang mungkin kamu rasa “Heyyyy..ini gue banget!” Tapi bagaimana jika hal yang kamu banget itu tidak di sukai dengan pasanganmu? mm? ‘Gampang Yess, cari yang lain!!! emang cowok atau cewek cuma dia aja!!!” Owh….hehe…okey.

Maaf ya, kalau kamu salah satu yang menjawab seperti barusan, saya rasa kamu belum dewasa, belum siap berkomitmen…dan jangan salahkan Tuhan kalau kamu mungkin belum berjodoh.

IHHH YESSSYYYY ..SO K TAU DEH LOOOOOOO!!!

Hahahaha, iya niyy…kok saya jadi sok tau ginih ya :P

Bukan gitu, saya cuma ingin berbagi pandangan dan pola pikir. Saya tidak mengerti bagaimana pola berjodoh, saya tidak mengerti bagaiman caranya memastikan agar pasangan yang kita pilih ini adalah jodoh kita sampai mati.

Tapi tetap ada yang namanya usaha dan saling pengertian. Cinta itu butuh pengorbanan bukan?

Hiyaaaaa :P ..Senin gini kok ngomongin cinta :P kekekekekeke…lebay benerrr gueeee :p

Gini deh, kalau saya…Jodoh gak jodoh itu ada di tangan kita. Kita yang berusaha, dan kita yang memastikan..ingat memastikan…bukan menentukan. Karena tetap ada campur tangan Tuhan didalamnya.

Bisa saja kamu mencintai pasanganmu karena dia tampan, mapan, kaya…Bisa saja pasanganmu menyukai karena kamu cantik, pintar, romantis..tapi semua itu akan hilang kalau kkalian melupakan rasa pengertian, rasa saling menghormai dan menghargai..dan rasa ingin terus bersama sampai akhir hayar nanti.

Saya tidak percaya mulut yang selalu mengatakan cinta, walaupun dia berkata aku mencintaimu sampai mati. Tapi saya amat percaya ketika ada orang yang berkata:

Saya memilihmu untuk menjadi teman hidupku, saya tidak bisa berjanji akan selalu memberikanmu kebahagiaan karena mungkin saja kelak saya akan membuatmu menangis. Tapi percayalah bahwa saya akan selalu ada di sisimu di saat yang terbaik dan yang terburuk. Bahwa saya akan memelukmu dan menggenggam tanganmu kapan saja kamu butuhkan. Saya mungkin tidak bisa memberikan bulan dan bintang untuk membahagiakanmu, tapi saya adalah seseorang yang amat sangat ingin tumbuh tua dan menghabiskan waktu hidup saya bersamamu. Saya mencintaimu, saya mohon….kamu berjuang bersama saya untuk mewujudkan hal itu.

Sekali lagi, jodoh?? ….Hey…cuma kamu sendiri yang bisa menjawabnya :)

Love is patient, love is kind. It does not envy, it does not boast, it is not proud. It is not rude, it is not self-seeking, it is not easily angered, it keeps no record of wrongs. Love does not delight in evil but rejoices with the truth. It always protects, always trusts, always hopes, always perseveres.

Jadi, apakah kamu sudah berjodoh dengan pasanganmu sekarang? :)

12 komentar

  1. eitss.. ituh.. quotation terakhir..hahaha..

    ada di meja kerja gw duluuuu ketika taon pertama pernikahan, banyak cobaan, jadi ditulis di meja kantor untuk REMINDER. dari alkitab, injil apa gw lupa.. :D

    “jodoh” itu kalo seperti pelem Serendipity-nya John Cusack.. nonton gak ?\

    YM

    nonton! hehehe
    gue baru tau ini dari alkitab ya? gue nyomotnya dari website quotes gituh :)


  2. Jodoh ?
    Soulmate …?
    Atau semacamnya …
    Agak susah menjawabnya …
    Yang aku tau pasti adalah …
    Ada orang yang cocok banget sama kita …
    ada yang tidak …

    Nah … yang cocok banget itulah yang mananya jodoh …

    (ini menurut gua lho yes …)

    YM
    Oh Om, bahkan secocoknya manusia itu tetap ada yang namanya usaha, jodoh itu bisa kita cut atau pertahankan, tergantung seberapa inginnya kita..betul begitu om ? :)


    • Idem dengan om NH aja deh…

      YM
      gak kreatif!!!


  3. Jodoh itu, kata org nama sebuah pasar induk di Batam, hehe..

    Jodoh, soulmate, well hanya Tuhan yg tahu. Yg pasti siy, mantap sekali quotation dari 1 Korintus 13:4-8 itu (^__^)

    Saya percaya bhw ada org yg mencari2 sampai setengah mati dan tetep seret, ada yg ga nyari2 eh ketemu, ada yg ga nyari2 makanya ga ketemu2, haha! Apapun itu, jodoh atau lebih tepatnya sebuah pernikahan adalah anugerah, yg ga bisa kita katakan sbg pure hasil kerja kita, bukan juga diperoleh tanpa usaha sama sekali, dan karena dunia ini bukan lagi dunia yg sempurna dimana setiap org pasti berhasil menemukan pasangan sejatinya, maka, sometimes…. well… sometimes, there’s a chance that you might not find what you’re looking for. That’s just a (hard) (but true) fact and some of us must live with that simple truth: remind single all their lives atau marrying “not the right person” or be the “not the right person” (^__-).

    YM
    Wouw!!! aku suka sekali komenmu mbak :) mendapatkan jodoh juga pilihan…ada beberapa orang bisa berkompromi, tapi ada juga yang merasa dirinya baik-baik saja dan perkara menikah atau tidak bukanlah tolah ukur seseorang itu menjadi baik atau tidak. Sekali lagi jodoh, ada campur tangan Tuhan dan usaha manusia. Tapi mendapatkannya atau tidak juga merupakan pilihan dan hak individual masing-masing :)


  4. jodoh…. kayaknya gw dah ketemu mbak, istri gw sekarang itulah jodoh gw, mudah2an sampe akhir hayat, amin..

    Banyak teman gw (co/ce) yg mereka sendiri bilang kok gw gak nikah2 ya, padahal udah tuwir. Gw bilang :”yg bisa jawab kan elo sendiri, maaf gw bingung”. Usaha kalian udah maksimal belom, berdoanya udah belom. Kalo gw tanya balik kayak gt.. mereka malah senyum2 :lol:

    Jodoh memang rahasia.. kadng meskipun udah suami istri pun mereka gak yakin kalo berjodoh.

    YM:
    Zefka…saya pikir pilihan menikah atau tidak ada di tangan individual itu sendiri…hehe. terkadang saya berpikir, jodoh itu juga keputusan. Entah kita akan bertahan dam memperjuangkan segalanya, atau menyerah dan enggan berkompromi :)
    aku juga berharap pasangan saya saat ini adalah jodoh saya sampai mati :)


  5. Gak ada yang abadi didunia ini, jodoh, harta, kebahagiaan, kesedihan, semua tidak ada yang kekal. Cinta itu butuh proses untuk bisa saling mengerti dan saling memahami, butuh proses untuk benar-benar melebur menjadi satu, dan itu terkadang adalah proses yang menyakitkan. Butuh kesabaran, kebijaksanaan dan kedewasaan untuk memahami dan mengerti bahwa semua proses itu diijinkan Tuhan terjadi untuk kebaikan kedua pasangan, untuk bisa melebur menjadi satu tubuh, satu jiwa, satu rasa…. a soulmate.

    Jadi, mo DENGAN SIAPAPUN kita menikah, kalau tidak ada pengertian akan proses ini, yakin deh, gak akan bisa bertahan ditengah proses ini.

    Really love the quote, I korintus 13: 4-8… :)

    “Kasih itu sabar, kasih itu murahhati”


    setuju! udah ..gak ada lagi yang bisa gue komenin :)


  6. Menurut saya, menjadi jodoh itu ketika sudah menikah,, yaa setelah sah ijab kabul klo di Islam,,

    NB: Semoga pasangan saya sekarang menjadi jodoh saya,, Amin,,,

    Amien :)


  7. jodoh itu katanya terlihat dari sisi perbedaan, persamaan dan penyatuan halahhhhh

    yang jelas kalau pengalaman saya yang namanya jodoh kemanapun tuh pasangan kita pergi pastinya balik maning balik maning ma kita…hehehehe saya ma istri aja sempet ditinggal ke medan terus jakarta eh ga taunya balik lagi ke serang dan ya jadian lagi la ma saya heheheh

    owhh..Jodoh benerrrrrrr :P


  8. Well, menurut saya cinta itu butuh kompromi…

    Aww.. gua juga suka dhe part yang ini, Yess.. tapii yang namanya kompromi tentunya harus jalan dari dua belah pihak, bukan salah satu aja yang ngalaaaaaaaaahh terus demi kepentingan pihak yang lainnya, ahahaha..

    Itu namanya bukan kompromi :p

    Bener banget Ndah…Kompromi tidak hanya datang dari satu pihak, tapi juga dari pihak yang lain…itu namanya penyesuaian :)


  9. “Jodoh”
    Jomblo Yang Bodoh, Artinya Jomblo yang mau dijodohin seperti jaman siti Nurbaya Yee.

    Mmmm..terkadang aku pikir gak ada salahnya dengan menjodohkan, asal tanpa paksaan :)


  10. bahkan yes…setelah menikah pun mereka belum tentu jodoh loh yess :D berbahagialah orang2 yang menikah dan ternyata mereka memang berjodoh …

    kangen sama dirimu….muah

    kangen jugaaaaaaaaaa!!!!


  11. hm….lo nulis tentang jodoh, gue jadi inget bokap gue kemaren, tiba2 bertanya soal jodoh, wah bokap mulai turun gunung rupanya, sampe harus bertanya ke gue, yang notabene sudah setahun ini belum juga memulai berhubungan (lagi) dengan orang lain. haduh, mulai nepok2 jidat deh gue… hehehehe



Tinggalkan sebuah Komentar