Arsip untuk Juli 11th, 2009

h1

Cuma Agar-Agar…

Juli 11, 2009

Seorang teman yang baru saja patah hati menelpon.

“Sinting!!! dia mutusin gueeee, astagaaaa..Yessyyyyyyy…cowok biasa itu mutusinnn gueeee!!!” Pekik seorang teman yang tanpa basa-basi langsung menyapa di telepon.

“Maksudmu si Mr B???”

“Iyaa, siapa lagiiiiiii..apa pernah gue pacaran sama cowok biasa sebiasa diaaaa?!!?, eh?!?!”

“Apa alasannya?”

“Dia bilang, gue bukan tipe dia…dan dia sepertinya gak bisa jalanin hidup ini dengan gue! Gila gak tuwwww???? Apa gak terbalik ya?? Apa gak seharusnya gueee yang ngomong gituuuuuhhhh?!?! Mau gue gampar deh tuh orang!!!”

“Mm..Sorry ya…bukannya seharusnya lo seneng? Lo sendiri kan yang dari dulu cari alasan untuk mengenyahkan dia? kan lo sendiri yang bilang…lo kepengen cari yang lain…”

“IYA!!! ..makanya gue marahhhh..karena seharusnya gue yang mutusin diaaa…BUKAN DIA YANG MUTUSIN GUE!!!”

“………………”

“Yess???”

“………………”

“Hallooooooo?!?!”

“Mmm…iya..gue di sini..”

“Kok lo diem siy!?!?”

“Jadi lo marah cuma karena dia yang mutusin elo, bukan elo yang mutusin dia?”

“YAIYALAH!!!..Yessyyyyyyyyy, lo tau kan semua mantan gue duluuu, anak pejabat, eksmud! artis! ganteng! keren! tajir!!! cowok ini cuma pegawai biasa di sebuah bank swasta! cuma bawa mobil Soluna! dan yang paling parahnya, gue mau jadi pacarnya!!! Edan! harusnya dia berterimakasih sama gue gak siy!?!? Bukannya mutusin gue?!!”

Dear, mungkin di saat yang bersamaan lo misuh-misuh karena merasa salah pilih, disaat yang bersamaan dia juga begitu. Dia juga gak nyaman sama elo, dan dia tau lo gak enak buat mutusin dia duluan…makanya dia mutusin elo…”

“TAPI BUKAN BERARTI JADI MUTUSIN GUE DULUAN!!!…”

Ffuuiicchh….

Kalau kalian bingung, gak habis pikir kenapa teman saya ini marah-marah dan begitu tersinggung karena di putusin pacarnya. Well, begini…seumur hidup saya, saya gak pernah ingat kapan teman saya itu berhubungan dengan cowok biasa. Maksudnya, cowok pada umumnya, yang sederhana, pria pada umumnya deh…ngerti kan maksud saya???

Seumur hidup saya, saya cuma ingat bahwa teman saya ini selalu berkencan dengan lelaki yang tidak biasa. Dia pernah berpacaran dengan seorang anak pejabat, pernah dengan seorang pembalap, sangat sering dengan artis, entah itu model, pemain sinetron atau musisi. Wajar saja…teman saya ini memang amat sangat cantik, memiliki bentuk tubuh aduhai, dan amat sangat pandai. Di umurnya yang belum menginjak 30, dia sudah memiliki karier yang gemilang dan juga pemilik dari sebuah butik cantik. Tidak ada alasan untuk menolak dia. Hey, kucing di kasih ikan asin aja gak nolak…apalagi ikan tuna! *tepat gak ya perumpamaannya?*

“Lo kok gak banyak ngomong siy, Yess?? ditinggal Tatang tuh lo kudunya senenggg..kan bisa jalan sama gueeee! yuukkk???”

“Gak minat gue. Dia gak ada justru bikin gue harus ekstra hati-hati jaga anak gue…biar dia gak merasa kehilangan ayahnya.”

“Oh…”

“Say….gue boleh ngomong jujur gak?”

“Ya elah!! dari tadi juga gue mau minta pendapat lo tau!!!”

“Julia Robert pernah bilang di film My Best Friend Wedding. Terkadang seseorang hanya menginginkan agar-agar. Bukan Ice cream yang mewah, bukan Cake yang selangit rasanya…bukan steak import. Bukan, cuma agar-agar…lo ngerti gak maksud gue?”

“Apa istimewanya tuh agar-agar siy?”

Well, lo mungkin aja berasa super special…tapi di mata dia, lo belum jadi sosok yang dia inginkan. Lo mungkin sophisticated, tapi..dia cuma kepengen lo yang sederhana….ngerti?”

“……………..”

Darling…still there?”

“Kayaknya gue ngerti maksud lo…gue mempertahankan apa yang gue punya, sementara dia gak suka…gak ada salah satupun dari kita yang mau ngalah. Dia tau gue gak mau berubah, jadi dia memutuskan untuk meninggalkan gue. Mungkin bukan karena kesal atau gak puas sama gue, tapi terlebih hanya karena gue sepertinya tidak bisa sesimple yang dia inginkan? Gituh kan?”

You got the pint, beib….”

“Gue boleh tutup telpon gak Yess? mendadak gue pengen banget ngobrol sama dia…”

“Silahkan…ada baiknya lo bicara, kalo lo merasa dia pantas di pertahankan. Then korbankan sesuatu…gak semuanya bisa seperti yang lo mau kan?”

“Iya,  thx Yess…”

KLIK…

Apa yang kita pandang baik, belum tentu yang di pandang baik oleh orang lain bukan? Kita bisa saja menyuguhkan makanan mewah ala Eropa, ala Jepang, ala Itali…tapi tamu yang kita suguhkan ini hanya ingin menikmati makanan sunda. Lengkap dengan lalapnya, sambil terasinya, dan ikan asin goreng serta sayur asem yang mengepul hangat. Makanan mewah yang kita inginkan tersebut akan sia-sia bukan?

Untuk apa kita dandan cantik super heboh? kalau ternyata yang pasangan kita inginkan hanyalah kita dengan aroma tubuh sabun mandi, dengan rambut lurus tanpa ikal buatan, dengan sandal teplek dan bukan hak tinggi….Saya baru mulai mengerti itu…oh..iya, saya bahkan baru sadar. Sentilan ayah jika saya menggunakan parfum yang terlalu menyengat. Cembetutnya ayah karena belahan dada baju saya terlalu rendah, dan ya….rok yang berlahannya terlalu tinggi. Termasuk ketidak nyamanannya jika harus menyesuaikan gaya berpakaian saya ketika kami hendak pergi ke suatu resepsi.

Banyak waktu saya gunakan untuk intropeksi diri ketika saya sedang jauh dengan ayah saat ini. Banyak hal kecil yang ketika dia ada menjadi gerutu saya tapi saat ini saya rindukan. Saya kangen bau rokoknya. Saya rindu omelan dan tegurannya kalau saya keseringan main internet. Saya rindu membangunkan tidurnya di pagi hari…saya merindukan segala sesuatu tentang dia, segala sesuatu yang ada pada dirinya.

Saya tidak suka melihat dia hanya menggunakan sarung dan kaos di dalam rumah. Tapi ketika dia tak ada, sarung itu yang saya gunakan untuk menyelimuti tubuh saya dari dinginnya udara malam. Saya sebal dengan kaos lusuh dan bolong-bolong yang sering sekali dia gunakan, oh saking sebalnya pernah saya umpertin!!! Tapi hey…saat membuat postingan ini justru kaos itu yang saya kenakan.

Mendadak saya kehilangan nafsu untuk menggunakan seluruh lingerie saya, yaiyalahh…mau saya pamerkan pada siapa???

Mendadak saya tidak sms dan telpon teman-teman saya, karena saya sibuk mengsms dan menelpon ayah.

Hehehe, jadi ngelantur ya….Sorry

Intinya, kamu mungkin pernah merasa menjadi perempuan super hebat seperti sahabat saya tadi, yang merasa pasangannya adalah orang biasa. Tanpa kita sadari, hebat tidaknya pasangan kita adalah tugas masing-masing kita untuk memperjuangkannya. Ada hal yang bisa kita minta dan kita usahakan untuk di ubah, tapi banyak hal lagi hanya perlu kita terima dan coba nikmati.

Bukankah hidup itu hanya untuk saling mengisi dan berbagi?

*catatan iseng ketika Tangguh sudah tidur dan ayah sudah tewas di Lampung sana…*

4259_1089592693228_1628814742_185219_2366420_n