h1

The Ugly Truth

Oktober 25, 2009

Cerita ini fiksi belaka, bacanya santay aja ya…buat yang cowok…bacanya boleh sambil lepas celana *dikemplang* maaf..maksudnya buat yang cowok, bacanya jangan di masukin ke hati…si penulis gak ngomongin cowok dalam negri kok ;) pisssssss

 

Perempuan itu mengoleskan lipstik matte coklat pada bibirnya. Meyakinkan lagi bahwa make-upnya terlihat sempurna. Merapikan rambutnya. Melihat ke arah baju yang bermodel dada rendah terbuka. Dan ia pun siap pergi.

Sang perempuan tadi segera menuju sebuah cafe di pelataran lobby. Sudah ada seorang perempuan lagi disana. Sahabatnya. Bita.

Perempuan itu duduk setelah mendapatkan secangkir latte pesanannya. Dia langsung menyapa sahabatnya yang sudah menunggu itu.

“Sorry lama, gue lagi haid dear…sekalian ganti pembalut.”

“…”

“Sorrrryyyyyyyyy..gituh aja marah dehhhh..cepet tua tau!!!”

“…”

“Astaga Bita, lo beneran marah sama gue? Kan udah bilang sorry!”

Perempuan yang di sebut namanya Bita tadi tidak bergeming. Mengambil nafas panjang…dan…

“Sherly…”

“Yup?”

“Lo sadar gak siy, sedari tadi lo jalan dari toilet menuju tempat ini, berapa orang yang menoleh dan berpaling ke elo?”

“O ya?”

“Yang perempuan melihat dengan tatapan mata sinis dan benci ke arah lo. Yang lelaki? jangan di tanya…mereka seperti meneteskan air liurnya.”

“Lebay lo!”

“Gue serius!”

“Itu urusan mereka, cint…Sama sekali bukan urusan gue!”

“Kenapa siy lo dandan kayak gini?”

“Kayak gimana? Dandanan yang selalu bikin ereksi lelaki?”

“IYA!”

“Gue suka…mau apa ?”

“You looks cheap….”

“Well they dont buy me yet, i am a very high maintenence woman, you know?”

 

Bita diam. Seingat Bita. Dulu Sherly bukan wanita yang bisa berpakaian seperti itu. Dengan rok mini yang memperlihatkan kaki jenjangnya, dengan blouse berdada rendah yang ngepas badan. Sepatu yang terlalu tinggi. Rambut yang selalu terlihat seperti tidak pernah di sisir. Yang hebatnya, justru membuat Sherly amat sangat cantik.

Ibu kota telah mengubahnya.

“Bita, sayangku…kita gak akan berantem gara-gara pakaian ini kan?”

“Gue gak marah kok…”

“Ya kalo gak marah jangan diemmmmm”

“Gue cuma gak abis pikir…”

“Kenapa siy”

“Lo…bukan Sherly yang dulu.”

………..

Sekarang kedudukan berganti. Sherly yang diam, mengambil nafas panjang…dan berkata.

You know what honey? Dengan penampilan seperti ini….cowok-cowok bertekut lutut sama gue. Mereka ngemis semua minta deketan sama gue…!”

“Itu karena mereka mau badan lo”

“Oh …terus? masalah???”

“Mereka gak sayang sama lo…mereka gak deket sama lo untuk jadi lelaki lo…tapi cuma di dorong nafsu..”

“Astaga, Bita…lo pikir kalo kita deket sama cowok, terus mengharapkan mereka jadi pacar kita, menerima kita apa adanya, segala buruk dan bagus..dengan menjadi diri kita sendiri…bisa???”

“Kenapa gak bisa???”

“Sayanggggg…itu kenapa lo dapetin cowok aja susahhhh. Gue ngomong cowok yaaa, bukan pacar, bukan calon suami. Cowok..doang….yang bisa kita ajak dinner bareng, ngewine bareng, ngesex bareng…ya cowok-cowok kayak gituh dehhh. Stop deh…stop segala pikiran dan impian indah lo tentang bakal dapet cowok selama lo jadi diri lo sendiri”

“Kenapa? Gue nyaman sama diri gue sendiri! gue pinter! karier gue bagus! dan gue juga gak berpenampilan buruk!”

“Eh eh …siapa yang bilang lo berpenampilan buruk si? gue cuma bilang…Cowok itu lebih suka sama cewek yang cengar cengir aja, ngangguk-ngangguk dengan segala ucapan dia, gak berusaha untuk ngatur dia..pokoknya jangan pernah jadi diri lo sendiri kalo lo mau dapetin cowok! Cowok itu mudah di ajak kerjasama kalo otaknya udah terangsang dan hornynya tersalurkan…percaya deh, segala bakal jauh lebih lancar dan mudah!”

Bita terdiam…

“Lo punya badan bagus, toket bagus, kulit yang mulus…dengan sedikit dandanan berani, cowok-cowok bakalan ngantri sama elo! percaya dehhhhhh..”

“Gue gak mau dapetin cowok yang kayak gituh! sinting lo!”

“Oh…jadi lo mau yang kayak apa? Mm…? Trust me sista…sehebat, secool, sealimnya cowok yang lo pengen dapetin…mereka juga punya khayalan dapet pasangan sedikit binal…ngerti?”

“Sher…”

Yes dear?”

“Maaf ya…gue masih gak sependapat sama lo..”

“Gak papa…santay aja :) Toh gue juga gak minta lo untuk setuju sama gue cinta..hehe”

 

Malam hari

Apartement Bita

 

Bita baru saja menyalakan tvnya, ketika abangnya yang sudah sebulan ini tinggal di jakarta karena sedang mengurus perpindahan tugasnya datang sambil membawa sekotak Pizza.

“Masih panas, makan gih..kamu belum makan, kan?”

Bita mengangguk. Mengambil sepotong Pizza, menggigitnya pelan-pelan, menikmati kepulan asapnya, dan mengunyahnya perlahan.

“Tau gak…tadi aku ketemu seorang perempuan saat aku makan di restaurant pizza ini tadi”

“Ouw ya? Siapa?”

“Tadinya aku gak kenal. Tapi semua teman-temanku membicarakan perempuan ini dari menit pertama dia masuk dan duduk persis di sebelah meja kami. Dia datang bersama seorang teman perempuannya.”

“Cantik banget?”

“Mm…kami tidak bicara cantiknya. Tapi dia punya aura menarik yang luar biasa. Jarang-jarang aku bisa tertarik dengan perempuan macam ini.”

“Gimana menariknya?”

“Kamu bayangin, dia mengenakan rok mini yang memperlihat kaki jenjangnya. Rambutnya panjang terurai seperti tak tersisir, tapi jatuh dengan sempurna. Aku paling suka matanya…matanya bicara, matanya….mm…menggoda..hehe.”

“Abang kenalan?”

“Kami semua kenalan, termasuk temanku yang sudah beristri…hehe. Tapi cuma aku yang dapat kartu namanya…hebatkan abangmu ini! Sebentar aku ambilkan, kalo gak salah dia bekerja di perusahaan yang tidak jauh letaknya dengan kantor mu.”

Bita menerima sebuah kartu nama dari abangnya. Di situ jelas tertulis nama “Sherly Ferdiansyah” PR sebuah perusahan yang ia kenali, yang kebetulan sahabatnya, yang tadi sore baru saja berdebat tentang penampilannya.

Dini hari.

Rumah Sherly.

Suara handphone berbunyi…

“hey”

“Yes beib?”

“Sorry gangguin tidur lo”

“Gak papa dear…what’s up? are you okay?”

“Sher?”

Yess?”

“Besok ajarin gue bikin cowok ereksi ya?”

“Hahahahahahahah! kok gituhhh?”

“Lo udah bikin abang gue terpesona di restaurant pizza tadi.”

“Apa ? jadi Arman itu abang lo??? “

“Yup…dia abang gue yang gue bangga-banggain, yang selama ini gue anggap sebagai cowok tersempurna se jagat raya ini. Kalo lo udah bikin dia tergoda…you must be something else, beib

“Bita…ini emang nyebelin buat di akuin…tapi cowok emang gituh, gak perduli pinter, gak perduli mandiri, mereka…ya cuma begitu itu…We think they looking to our heart, but the truth is…they just care about our breast…”

“Fuuichh…tell me about it”

“The ugly truth, my dear…”

“Hehe..”

“C u sist..”

“I’ll call you ..”

 

 

 

Ps:

Tulisan ini sama sekali tidak bermaksud meledek, menjelekkan pria. Tulisan ini hanyalah sebuah fiksi yang di tulis karena sang penulis terinspirasi sebuah film yang baru saja di tontonnya tadi siang. Penulis percaya bahwa banyak pria baik. Penulis percaya banyak pria “normal”…tapi penulis juga percaya…bahwa semua pria senang melihat keindahan, walalupun sering kali yang di ungkapkan adalah keluhan tentang pantas dan tidak pantas. Sekali lagi, ini cuma fiksi…Wokeh???

 

 

 

 

 

 

 

11 komentar

  1. *manggut2*
    sudah jadi notes yess…akan di catat baik2 di dalam otak :D


  2. heheheh intinya? Cowok ngga jauh dari paha dan dada? Emang yang laku di Kentucky Fried Chicken itu cuma paha dan dada. Ngga jual kepala!

    EM


  3. hehehe, komennya mbak imel ngena banget
    untungnya memang masih banyak pria baik yang normal..:D


    • yup bener ufi…karena ada juga yang tidak suka fried chicken kan hihihi.
      Yang saya tulis sebenarnya hanya penggambaran bhw kalo mau jualan ayam ya jual paha dan dada! Tapi tidak smeua orang juga mau jualan ayam kan…loh masih pake “perumpamaan” lagi hihihi

      EM


  4. …’pokoknya jangan pernah jadi diri lo sendiri kalo lo mau dapetin cowok!’ — susah menyangkalnya, kenyataan yg berlaku umumnya spt ini emang :(

    @ Ikkyu san : waks, perumpamaan yg luar biasa menarik, wakakak :)


  5. hmmmm
    iye dehhh
    :)


  6. hm….*garuk2 pantat* hmmm….hmhh..*manggut-manggut* tapi kenapa kalo gue yang pengen kaya gitu suka ditegor “anak bawah umur belum boleh dandan kaya gitu yah, de..” *sigh*…


  7. kyknya di zaman skrg hampir jarang yah lelaki yang mengerti arti kata “inner beauty”
    *ganti baju pake tank-top n rok mini, plus dandan menor..hahayy


  8. Lala likes this!
    Bravo, yes…


  9. Pass !!!


  10. nyahahahahhaaha dunia jadi sempit



Tinggalkan sebuah Komentar