Jika Saya Sudah Tua…

Jika saya sudah tua…

Saya mungkin akan renta, akan mulai tuli, akan mulai sulit melihat, mulai sukar berkata-kata…

Jika saya sudah tua…

Saya mungkin akan bergantung selalu, akan selalu merepotkan, akan selalu mengganggu…

Jika saya sudah tua…

Mungkin saya punya banyak waktu untuk melihat…bahwa saya punya banyak orang yang mengasihi saya…bahwa yang saya kira musuh bisa jadi adalah yang paling perduli…bahwa apa yang sering saya tolak adalah sesuatu yang kelak akan selalu saya lakukan…bahwa apa yang saya tidak setuju, justru adalah hal yang selalu di anjurkan…

Jika saya sudah tua…

Saya mungkin bisa paham…kenapa dia begitu? Kenapa dia mesti begini?

Kenapa banyak hal saya tak boleh lakukan? Kenapa banyak hal yang saya sukai dia tidak juga menyukainya, dan banyak hal yang dia gemari, saya bahkan tidak tertarik sedikitpun…

Jika saya sudah tua…

Mungkin saya baru paham. Bahwa kasih dan cinta…tidak hanya selalu di dapat dan diberikan. Melainkan di biarkan dan di mengerti…

Jika saya sudah tua…

Mungkin sudah terlambat…

Jika saya sudah tua…

Mungkin saja saya bahkan tak sanggup untuk bicara…Bahwa saya sesungguhnya mencintai dan menyayangi orang -orang di sekitar saya. Bahwa keras suara dan lantang adalah gaya bicara saya…bahwa marah adalah suatu petunjuk kalau saya betul-betul perduli.

Jika saya sudah tua…

Saya tidak punya banyak waktu lagi untuk menunjukkan itu semua…

Jika saya sudah tua…

Saat ini…

Sekarang…

Mumpung raga, mumpung hati, mumpung otak saya mampu bekerja baik dam maksimal…

Mengapa tidak saya gunakan?

Untuk bicara pada Papa, bahwa saya sungguh menyayanginya…di balik sikap diam dan angkuh serta acuhnya…saya ingin peluk Papa erat-erat dan berkata…betapa saya bangga menjadi anaknya.

Untuk berbisik pada mama dan berkata serius…bahwa di balik ledekan dan celaan yang sering kali kami lakukan…ada berjuta rasa syukur yang selalu saya ucapkan dan katakan…betapa saya amat sangat beruntung memiliki mama seperti beliau.

Untuk mencium pipi adik saya Reza…dan berkata bahwa sesungguhnya saya amat sangat percaya kelak dia akan menjadi seseorang yang hebat…lebih hebat dari saya…

Untuk terus dan terus…belajar dan berusaha menjadi seorang yang istri yang super buat suami saya…saya ingin katakan padanya bahwa repetan yang sering kali keluar dari mulut saya hanyalah karena saya ingin dia mendapatkan yang terbaik. Bahwa saya amat sangat mencintainya…bahwa perselisihan yang sering kali menyulut adalah bentuk bahwa kami saling membutuhkan.

Saya akan lakukan itu semua ….sekarang….

Karena entah kapan…saya tidak tau…apakah saya punya waktu…

Jika saya sudah tua…

Saya pasti akan lebih cepat mati.

Jika saya sudah tua, tampang saya akan jauh dari gambar ini :)
About these ads

11 pemikiran pada “Jika Saya Sudah Tua…

  1. jika kutu sudah tua, mungkin kutu sudah tak akan sempat lagi lalu lalang di blog2 inspiratif dan menyejukkan hati seperti ini …

    kata2 mbak yessy kayak AA Gym deh, 3M : Mulai dari diri sendiri, mulai dari hal yang kecil, mulai dari sekarang … It’s time to change !!!

  2. kadang jika mereka ada di dekat kita terus
    kita tidak menyadarinya
    menganggap angin lalu

    tapi begitu salah satu, tidak ada lagi di depan mata
    atau jarak dan waktu menjadi kendala
    maka saat itu baru kita menyadari
    bahwa semuanya adalah ANUGERAH yang patut disyukuri…. setiap saat

    EM

  3. Agak terkaget-kaget ngeliat photo elo di ujung posting, Yes… :) Tulisannya, seperti biasa, asyik dan keren.

    Kadang emang kita menganggap akan punya cukup waktu untuk mengatakannya, nanti saja, sebentar lagi, tunggu saya belum sibuk, dll dsb… Tapi, siapa yang tahu soal waktu kan? Lakukan selagi sempat dan ingat, karena tidak ada salahnya untuk mengakui perasaan sayang kepada orang-orang tercinta kita, kan, Babe?

  4. ah, gw jadi sedih gini yah
    yup, mumpung masih ada waktu, dan mumpung masih bisa berkumpul dengan keluarga, teruatama emak ma babe. kalo beliau2 udah meinggalkan kita, pasti rasanya akan kehilangan banget

    *ambil tissue*

  5. argh…bikin sedih nih postingan. jadi inget waktu ngecatin rambut mamak gue sambil ngobrol tereak2 karena mamak gue pendengarannya mulai berkurang. untung emak gue nggak liat gue lagi nangis bombay dibelakangnya…

  6. I like this wording Yess !!!

    ” … Mumpung raga, mumpung hati, mumpung otak saya mampu bekerja baik dam maksimal…
    Mengapa tidak saya gunakan? …”

    … bener banget ini yess !!!

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s