Saya sedang down lagi.
Iya, kali ini kembali masalah kantor mendera pikiran saya. Membuat gundah hati saya, dan membuat saya kembali dalam posisi tak nyaman.
Beberapa waktu lalu saya sempatkan untuk memberitahu sekilas di blog ini, bahwa saya hendak pindah bagian, pindah department.
Kenapa?
Ya karena rasanya ini adalah jalan yang terbaik untuk saya. Saya tidak mungkin membuat atasan saya meninggalkan kantor, satu-satunya cara, adalah saya yang harus pergi, kebetulan ada posisi internal yang kosong, saya masuk. Sambutan dari departemen itu untuk saya, sangat hangat, saya merasa di rangkul, merasa di butuhkan, dan saya sadar. Saat itu, sepertinya beban saya sudah terangkat separuh.
hampir 3 bulan lamanya dari proses saya memasukkan aplikasi lamaran saya. Sudah pula saya melalui proses interview. Tapi entah kenapa keputusan akan kepindahan saya, belum juga pasti.
Saya beranikan diri untuk bertanya kepada sang Vice President, saya tahu pasti, kendalanya pasti ada di dia.
Dia berkata ada beberapa concern yang ingin dia share…
Dan kepada saya, dia sampaikan itu semuanya.
Kepada dia pula, saya katakan semuanya, semuanya yang telah menyakiti hati saya, yang telah membuat saya rasanya tidak di “inginkan”
Lantas dia berkata lagi…
“Leave if you wanna leave, i will be very happy to have you in domestic. But please, dont leave because of that one person. It’s just showing that he is strong, and you are weak…
Katanya kepada saya, sembari memberikan tisyu, karena airmata saya sudah banjir kemana-mana.
Kepadanya saya berkata lagi…
“It doesn’t matter if they think i am weak, it doesn’t matter if they think that person is strong enough to kick me out. The most important thing is my heart, i want to be happy. I need to be happy, pak. No matter what the reason is, that guy already open my eyes, and probably that guy will be happy too if i am not in his team anymore. Who will care about me and my heart, its just me, pak…its just me…”
Kata saya dalam bahasa Inggris patah-patah….
Lantas dia menarik nafas panjang. Menatpa saya dalam-dalam…dan berkata lagi.
“You know what, Yessy. I think, deep down in your heart, you still wanna stay in your position right now. With that achievement, that incentive…dont you find it hard to move to domestic and start it all over? From Zero?”
Katanya kepada saya…
Saya ambil nafas dalam-dalam…
“I will take that risk, pak. I will just take that risk…”
Lantas dia kembali diam…
Saya masih menatapnya…
“Well, just think about it…when you have your answer, come to me.”
“I have my answer, and the anser is, Yes… i want to move to domestic department…”
“No, Yessy…no….You need to be more calm in taking this decission. Go home now, take a rest…”
Lantas saya pergi, pulang, dengan keadaan hampa, letih, gontay.
Kembali saya bertanya dan meragu.
Entah gerangan apa yang terbaik untuk saya saat ini.
Vice Prsident yang baik dan bijaksana…
EM
HHmmm …
Mungkin kamu perlu ijin cuti barang satu atau dua hari …
Biar Fresh lagi …
Then decide …
What is the best for you …
salam saya Yess …
Up lagi !!!
Setuju pendapatnya Om Trainer.
pasti vice presidentnya orang ambon
hihihihihi
usulku sama dengan om vice ituh :
Go Home, take a rest, be calm and take ur decision
Dipikir dulu Mba Yes.. kalo pekerjaannya memang kita sukai, ga perlu terpengaruh dengan 1 orang yang kurang respek itu
Semangat..
Gw ngerti kondisi lo yes..
pilihannya gak enak.. tapi harus.
Tanya hati, kata Pasto.. OK?
wise boss…jarang2 loh bos bisa ngasih jawaban seperti itu
*peluk Yessy*
)
pikirkan kembali dengan tenang ya, semoga Yessy bisa mengambil keputusan yang terbaik …
(haduh, maaf, nasehat saya standar banget … yang jelas aku doakan Yessy segera happy kembali
memang betul yes,jangan mengambil keputusan karena emosi dan letih. harus dipikir baik2 saat sedang kondisi tenang,biar gak menyesalinya lagi di kemudian hari
semangat ya yes,masalah itu hanya sementara,gak ada masalah yg abadi. lagipula Allah pasti akan memberi pertolonganNYA,yang penting kita jangan berputus asa
walah bu yessy… persoalan di kantor sampe separah itu? ckckck…
somehow, perkataan sang VP ada benernya lho..
meski, saya juga tetep aja bakal bilang “Yes, i wanna move”
kebahagiaan itu adalah yang paling penting, dibanding pertarungan abadi.. karena hidup hanya sekali
apa kabar yess…
Berat memang kalo ada masalah yang tidak kunjung selesai apalagi ini di kantor dimana kita menghabiskan setengah hidup didalamnya.
Istikhoroh mbak yessy apalagi ini bulan ramadhan dimana semua doa dikabulkan.
Semoga mbak yessy bisa mengambil keputusan yang terbaik bagi mbak yessy dan keluarga.
resign aja..
Pecat aja don, kan saya jadi dapet pesangon.
asik ada orang pendek komen di blog sayah….orang pendek bisa juga gak punya kerjaan and blogwalking ya…
wah saya jadi ke ingatan sama mantan Bos saya yang sekarang malah jadi berpatner tapi memang repot kalo seperti itu menimpa saya sendiri pun mesti akan bingung
Yessy,
VP mu benar-benar baik…
Saya sependapat dengan beliau….
Atau Yessy ambil cuti dulu, pikirkan lagi…’Pertimbangkan lagi….
Jangan membuat keputusan dikala pikiran lagi suntuk