Hidup Adalah Perubahan…

Kalau boleh memilih.

Sesungguhnya saya ingin jadi perempuan yang bisa main gitar. Sedikit tomboy, santay aja kalau mau merokok, dan juga punya pembawaan yang gampang juga tenang. Di ajak senang hayuk, di ajak susah juga gak takut.

Lantas juga saya akan bisa menyetir. Bisa ganti ban kalau tiba-tiba kenapa-kenapa.

Ya, kalau bisa, saya ingin menjadi perempuan seperti itu.

Tapi kenyataannya tidak.

Saya besar menjadi perempuan genit, ganjen yang mungkin bersuara lumayan. Dari pada belajar main gitar, saya malah memilih belajar dandan. Sebut mau gaya apa, sebut mau penampilan apa. Saya bisa menirukannya.

Lantas saya juga tidak merokok. Saya memang tidak terganggu kalau teman-teman saya merokok. Masalahnya, saya gak nikmatin ngerokok itu gimana. Plus, saya sebel kalo baju, rambut plus tangan saya jadi bau rokok. Rasanya sia-sia parfum yang saya kenakan.

Terus apa lagi? Udahlah saya gak bisa nyetir. Kemana-mana males pulak naik bus. Alasannya:

“ Duh, dandananku terlalu heboh buat naik bus.”

 Atau…

“Masak perempuan kayak aku keluar masuk terminal?”

 Atau mungkin, yang sering kali saya ucapkan dalam hati yang kelak saya sadari ingin membuat saya menampar diri sendiri adalah.

“ Aku udah gak level naik bus lagi, tau?”

Udahlah manja, nyusahin, gak tau diri lagi. Pas. Saya adalah paket komplit dari perempuan yang menyebalkan.

Iya, itulah saya yang sekarang.

Untuk urusan mandiri. Saya emang susah buat dihandalkan, deh. Bukannya gimana-gimana. Saya gak mau menurunkan standar gengsi saya. Atau, saya juga gak mau kemana-mana dengan baju ala kadarnya demi untuk kenyamanan saya di bus.

Saya suka rok mini, suka gelang-gelang, dan anting besar plus rambut panjang yang berkibar-kibar. Tetep masih boleh aja kan saya naik bus? Tapi enggak dong. Kalau tebengan saya gak bisa di ajak bareng, saya langsung naik taksi.

Berangkat ngajarpun gituh. Demi menjaga penampilan saya, pulang pergi saya naik taksi. Padahal bayaran saya pe- sksnya itu mungkin masih nombok kalo buat bayar ongkos taksi. Serius.

Huff….

Berbekal kehawatiran dan kegelisahan saya yang berlebihan. Kemarin, saya pulang naik P20. Tau kan? Kopaja warna hijau yang selalu penuh sesak dan selalu ada ancaman copetnya???

Iyaaa…

Dengan baju kebesaran saya yang atas dan bawah gak mau kalah kebukanya, dengan high heels yang menjulang, dengan rambut saya yang kayak megaloman. Saya sukses naik P20.

Bentar, ini belum selesai. Saya juga berhasil masuk terminal Senen! *bangga banget sama diri sendiri*

And finally, saya sampai rumah….*terharu*

Honestly, saya gak menikmati perjalanan kemarin. But heaven yess, saya bisa!

Kalau saya bisamelakukannya  kemarin. Gak akan ada yang bisa bikin saya gak bisa menempuh perjalanan yang sama besok-besok, kan? :)

Hidup adalah perubahan. Nah, sejauh mana kalian akan beradaptasi pada perubahan itu sendiri? :)

22 pemikiran pada “Hidup Adalah Perubahan…

  1. Ikkyu_san mengatakan:

    Orang memang gampang sekali meng-upgrade sesuatu tapi suliiiiit sekali men-downgrade sesuatu.
    Dan itu kualami juga waktu melahirkan anak kedua. Jelas-jelas harus downgrade, sulit awalnya, tapi ternyata sampai skr lancar saja.
    Yang sulit itu kalau mendengar omongan orang lain dan mau jaim terus :)

    EM

  2. partnerinvain mengatakan:

    yeah, kadang pas dicoba “ngga seserem” dalam bayangan kali, lagian juga ongkosnya lumayan irit bisa buat beli makeup diakhir bulan….tapi kalo naik bus lagi pake celana panjang plus sepatu sendal, (high heels) taruh di kantor, jadi biar leluasa gerak dan loncat sana-sini.

  3. mas stein mengatakan:

    kalo ketemu saya mungkin mbatin, “errrr… sepertinya ada artis kesasar…” :lol:

  4. capcaibakar mengatakan:

    Kata papa sih Belajar senang itu gampang. Belajar susah itu yang susah. Hihi.. tapi selamat ya Mbak.. berhasil pulang naik bus. Dan.. mulai sekarang saya akan berhenti ngomentarin orang yang dandanan-nya poll saat naik angkutan umum.. *ngikik* janji mbak..

  5. nh18 mengatakan:

    Yup betul banget …

    Hidup itu perubahan …

    dan juga jangan lupa …

    Hidup itu adalah juga adaptasi …
    untuk menjadi lebih baik

    Salam saya Yess …

  6. pri crimbun mengatakan:

    perubahan ke arah yang lebih baik :)

  7. zee mengatakan:

    Hahahaaa…
    Suka deh bacanya Yes.
    Apa yang dikau lakukan hari ini dan ternyata fine2 saja, besok dan lusa pasti lebih fine…. mantap! :)

  8. sibair mengatakan:

    huhuhu… Perubahan itu susah klo harus melawan kebiasaan.. tapi klo kita selamanya duduk santai ya sumonggo… hihi tapi selamat ya atas perubahannya menaklukkan kopaja20.

  9. nyurian mengatakan:

    eeeh, mba kk yessi. minta twiternya dong. *padahal minta di follow.. :mrgreen:

  10. hesty mengatakan:

    mb..pasti luar biasa deh perjuangannya
    dan pasti luar biasa rasanya nyampe rumah :)

  11. Yessi mengatakan:

    kok belum apdet, Yes? :)

  12. jeunglala mengatakan:

    Sukkaaaaa banget sama tulisan ini. JUARA!

  13. anna mengatakan:

    mulai besok kayaknya P20 akan lebih penuh dari biasanya :)

  14. yakhanu mengatakan:

    iya dong bu… kalo gak berubah ya diem… kalo diem jadi ager ager…

    heheh salam jumpa lagi…

  15. vizon mengatakan:

    Kita memang harus berkembang, dan maju ke depan untuk jadi lebih baik. Semua orang pasti ingin melakukan perubahan, tapi sedikit dari mereka yang berani untuk berubah..

    Yessy, aku suka sekali dengan cara pandangmu yang ini… :)

  16. ladeva mengatakan:

    Whahahhaah…heboh banget Mbak. Aku kadang takjub sama orang yang penampilannya heboh naik bis. Oops. Juara dech :)

  17. didot mengatakan:

    P20 ya yes? Lebak bulus ke rawamangun (CMIIW)

    kalau calon istri naiknya saudaranya, P19 (ragunan-tanah abang)

    moga2 aman selalu dari jamahan copet ya,btw kalau copet sih gak mesti di bis,ada juga jambret kalau kita naik motor,pokoknya seperti kata bang napi… waspadalah waspadalah… :P

  18. devieriana mengatakan:

    “Saya suka rok mini, suka gelang-gelang, dan anting besar plus rambut panjang yang berkibar-kibar. Tetep masih boleh aja kan saya naik bus? Tapi enggak dong. Kalau tebengan saya gak bisa di ajak bareng, saya langsung naik taksi.” —> hahahaha, ada yang saya banget ini.. : suka gelang-gelang, rambut panjang berkibar-kibar, nak taksi

    P20 pernah naik dong, tapi dengan ngedekep tas sedekep-dekepnya, sambil mata selalu waspada untuk senggolan sekecil apapun *parno* :mrgreen:

  19. puteri amirillis mengatakan:

    wah top deh mbak,,,perubahan itu setelah 2 minggu akan kebiasa kok…

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s