Sebuah Penjelasan. Saya Hanya Harus Menulisnya.

Writing like no one is reading.

Saya sering mengatakan itu. Tapi apa iya kenyataannya seperti itu?

Saya rasa tidak juga. Setahun belakangan ini, saya berani menyebut diri saya sebagai penulis galau. Kerap menulis cerita fiksi romansa yang kacau. Kacau karena gaya menulis saya yang bagi sebagian besar orang dianggap vulgar.

Kisah cinta terlarang, orang ketiga, atau mungkin tulisan dengan tebaran kata dan erangan desah di mana-mana. Itu gaya menulis saya. Dan kalau mau sombong, saya amat sangat pinta menulis kata-kata itu. Ide saya akan mengalir dengan dahsyatnya. Sebut saya penulis mesum. Tapi sebetulnya, inti tulisan saya, tidak melulu seputar selangkangan. Entahlah, rasa-rasanya orang juga tidak begitu perduli.

Tapi tentunya itu semua tidak meresahkan saya untuk menulis.

Yang namanya penulis, biasanya ingin membukukan tulisannya, lantas membuat orang lain tertarik untuk membaca tulisannya tersebut. Saya memang belum punya buku, tapi saya mengarah ke sana. Itulah kenapa saya menginginkan orang lain mau membaca kisah saya, dan kalau berbaik hati, mau memberikan komentar.

Kemudian saya berkenalan dengan www.ngerumpi.com

Sebuah rumah yang hangat, dan mau menampung perempuan cerewet seperti saya untuk menulis segala hal-hal yang tidak penting tentang saya. Termasuk, cerita-cerita fiksi saya itu.

Berada di ngerumpi.com itu menyenangkan. Apa lagi kalau tulisan kita banyak dikomentari orang, waduh…rasa saya keren banget. Apa lagi, kalau tulisan kita terpilih jadi head line di sana. Widih…GRnya tak terkira :)

Itulah makanya saya gemar dan kerap mengunjungi ngerumpi.com

Bermain di sana, bercengkrama, lantas kemudian berlama-lama mengubrak dan abrik seisinya.

Satu hal yang saya lupa. Sebagaimana seorang tamu di sebuah rumah. Saya harus mengikuti tata tertib dan tata krama yang ada di rumah tersebut. Saya nakal ternyata, baru saja, tulisan saya yang berjudul Istri Lelakiku, ternyata tidak layang tayang di sana. Terlalu vulgar katanya.

Oh well…

Untuk itu, saya minta maaf.

Saya pikir tulisan seperti itu pernah saya tulis di postingan saya yang sebelumnya, dan sebelumnya juga tidak pernah ada masalah. But anyway, saya senang semuanya menjadi jelas. Saya jadi tahu, mana yang bisa saya tulis, mana yang tidak. Setidaknya di rumah orang lain. Bukan di rumah saya.

Karena kalau di rumah saya…Saya akan tetap menulis apapun yang saya suka. Saya ulangi ya…A-P-A-P-U-N…

Kenapa? Ya karena ini rumah saya, lah. Apa lagi?!?!? :)

Again, maaf yaaa buat teman dan temin di ngerumpi.com yang sudah daya buat resah, dan juga yang sudah dapet teguran dari orang Langsat karena tulisan saya. Duh, maaf banget lo :) *sungkem*

Gak akan diulang lagi. Beneran! :)

Terimakasih.

Love,

Yessy Muchtar.

About these ads

8 pemikiran pada “Sebuah Penjelasan. Saya Hanya Harus Menulisnya.

  1. tapi emang pas baca tulisan itu semalam…benar-benar mengusik pikiran saya…(I’m your silent reader…even though I rarely give a comment…but I do read all of your article in this blog)

    sorry to say…tapi emang beneran ga nyaman…

  2. Bakal sulit ‘menghujat’ apalagi menghentikan penulis seperti mbak yessi ini :D . Menurut saya orang-orang tidak nyaman bukan karena adegan vulgarnya, tapi mungkin karena tema yang diangkat adalah incest kali ya mbak.

    Tapi teman-teman, ya penulis emang gitu, pikirannya sering menelisik ke sudut-sudut kemungkinan terkelam (yang sebetulnya memang ada terjadi). Saran saya, nikmatin tulisan itu untuk mengintip dunia yang mungkin (atau anda berharap) tidak pernah terjadi dalam kehidupan sendiri.

    Cheers.. :D

    **kalo saya mah pelanggan baru mbak disini :p looking forward to tulisan2 barunya ajah

  3. gw dah lama ga maen ke ngerumpi. tapi kemaren gw baca postingan lo yang itu di sini..
    gw sempat tercengang, tapi..itulah fiksi :)
    setidaknya lo udah berhasil bikin tulisan yang “meresahkan” pembaca, Yes..hehe…
    Di satu sisi..that’s good. Artinya tulisan lo bagus :)

  4. oh, ini…ini… huehehehe…

    sorry i had to take that out, jeung. aku suka gaya nulismu. kadang2 aku jg nulis yg agak2 steamy kalo lg mood. masalahnya hanyalah, di ngerumpi, ada 5000-an orang yg baca, dan gak semuanya nyaman dan terbiasa sama fiksi yg seterbuka itu. plus, ada anak2 SMA jg lhoh di sana. ah, gmn jelasinnya ya? hihihi…

    nulislah dengan gayamu, yes. you’re good. gak semua orang bisa dan berani. gak semua bisa menuliskannya dengan bagus. kamu bagus. trust me :)

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s