Rindu itu, serupa asa dan rasa yang kerap singgah saat kau tak ada. Sebuah rasa yang muncul dari ketidak dekatan, yang sering kambuh saat aku sedang galau, merana, kau tinggalkan.
Semalam, saya mendefinisikan sebuah kata rindu pada garis waktu saya hingga tertumpah-tumpah. Saya muntahkan segala yang penuh sesak di dada saya. Begitu memang cara saya untuk kembali waras.
Bersamaan dengan menstruasi yang membuat saya semakin lebay, perasaan saya menderu tidak karuan.
Semuanya hanya bermula dan berasal dari kata rindu. Iya, rindu. Satu kata laknat itu.
Jangan tanya apakah saya sedang merindu atau tidak, bukan, bukan itu maksud saya.
Saya merindukan anak saya yang baru tadi pagi saya cium pipinya dan usap rambutnya, sedetik sebelum saya berangkat kerja.
Saya merindukan sahabat-sahabat saya yang mungkin baru malam minggu kemarin kami bertukar cerita di sebuah warung kopi di wilayah selatan Jakarta, sambil terbahak-bahak, dan mengunyah berpiring-piring makanan berlemak.
Saya juga rindu pada papa dan mama saya, yang walaupun masih berdekatan, tapi jika seharian itu saya tidak melihat senyumnya, saya akan mampir ke rumah hanya untuk mengecup punggung tangan mereka dan memastikan mereka baik-baik saja.
Jangan juga tanyakan, apakah saya rindu suami saya, yang sudah meinggalkan saya berbulan-bulan. Entah sudah apa yang saya rasakan. Separuh kebal, separuh sakit, cenderung mati tak bernyawa. Saya.
Saya rindu. Saya merindukan orang-orang yang dekat di hati saya.
Jadi, bagaimana kalian mendifinisikan rindu?
Jika semua kata terucap telah terdefinisi. Sekarang tolong jawab pertanyaan saya.
Saya rindu seseorang.
Tapi apakah seseorang itu juga merindukan saya?
Di saat saya memikirkannya, di saat saya mendoakannya, bakan di saat saya kedinginan dan mengeluarkan selimut tambahan hanya untuk menguatkan perasaan hangat perwakilan dari pelukan sayang seseorang.
Adakah seseorang di sana merasakan serupa?
Terkadang, saya merasa seperti tak pantas untuk dirindukan, dan diinginkan.
Iya, terkadang…

*menstruasi*
Semoga kerinduannya segera terobati ya?
aku juga sedang rindu..