Sedih itu perlu. Sesekali. Dengan begitu kamu akan beryukur akan kesenangan yang hinggap dan mampir. Sesedikit apapun itu.
Kecewa itu perlu. Sesekali. Dengan begitu kamu akan beryukur atas penghargaan atau perhatian yang diberikan orang. Sesederhana apapun itu.
Marah itu perlu. Sesekali. Dengan begitu kamu akan tahu betapa menyeramkannya ketika emosi yang memuncak tidak dapat dikontrol kembali.
Jika segala yang buruk seperti sedang menimpamu, jika seluruh dunia seperti sedang berkomplot melukai perasaanmu.
Tersenyumlah, karena ini cuma kehidupan yang fana.
Tidak pernah ada sungguh yang sesungguhnya.
Tidak pernah ada jujur yang sejujur-jujurnya.
Persis seperti tidak pernah ada sakit, yang sesakit-sakitnya.
Semua sudah pada porsi dan kewajarannya.
Maka…Percayalah.
Pada setitik harapan dan kesempatan. Adalah kekuatanmu, untuk melakukan segalanya.
Segalanya.
Kita mampu.

Jika hidup ini selalu lurus dan mudah, maka kita tahu bagaimana bersyukur itu..
Ikhtiar, tawakal dan ikhlas, adalah tiga hal yang akan memudahkan dan melapangkan hidup kita..
sesekali boleh, tapi jangan keterusan
kesedihan hanya sebuah ilusi jiwa
“Semua sudah pada porsi dan kewajarannya.
setuju yess….
karena kita yakin kita pasti mampu.
gw pernah dapet omongan gini sama salah stau guru smu gw yess
kalau kita percaya kita mampu itu udah 50% sisanya adalah perjuangan dan doa
Hidup adalah perjuangan. Dengan memaknai arti dari perjuangan itu, kita dapat menjadi insan yang lebih bersyukur, saat kita sudah meraih kesuksesan kelak.
Hidup penuh dengan proses,, kekuatan seseorang ada batas tertentunya, hanya masing-masing individu yang dapat mengerti porsinya masing-masing.
Jika kita merasakan sesuatu,, maka sepantasnya kita juga harus dapat mengucapkan kata syukur akan kondisi yang kita punya.