Beberapa waktu lalu saya pernah mengatakan tegas kepada seseorang bahwa saya sungguh-sungguh tidak suka cara dia bercanda dengan saya.
Dia memanggil saya Michelle. Maksudnya Michelle obama.
Mungkin bagi sebagian orang itu pujian. Tapi jelas tidak buat saya. Menurut saya, di luar dia istrinya Obama presiden USA, atau ibu negara di Amerika, bagi saya Michelle Obama itu tidak ada cantik-cantiknya. Saya tidak suka disamakan dengan dia. Titik. Habis perkara.
Saya katakan itu jujur kepada orang yang saya maksud, dia kemudian mengerti, tapi tak berapa lama kemudian dia mengulanginya lagi.
Entahlah, mungkin itu bentuknya menggoda saya, atau cara dia mencari perhatian saya. Tapi dengan tegas, saya katakan, saya tidak akan bicara dengan orang yang menjadikan fisik itu sebuah lelucon. Bagi saya, itu bully tingkat tinggi.
Lantas kemudian orang itu mendelete saya dari list FBnya, memblock saya dari twitternya.
Lucu ya, bukannya seharusnya saya yang boleh marah berlebihan macam itu?
Tapi sudahlah…
Lantas pagi ini…
Saya mengenakan lotion di depan teman saya yang orang mix jerman, dan china Malaysia. Mereka tertegun menyaksikan saya yang sedang mengoleskan lotion di kaki saya tersebut. Lantas saya bertanya…
“What?”
Kemudian mereka berdua nyerocos dalam bahas Inggris yang intinya membuat saya tergelak. Sungguh.
“What is that supposed to mean, Yessy??? Rubbing that lotion on your exotic tanned skin in front of us? Are you just trying to make us jeolous?!?!? Well for your information! We did!”
Saya tambah ngakak mendengarnya.
Jujur, saya ini perempuan Indonesia biasa yang juga sama mendewakan kulit putih sama dengan berjuta perempuan Indonesia lainnya. Buat saya, kulit teman-teman saya itu jauh lebih indah. Yang satu punya kulit mulus kuning khas chinese, yang satunya lagi keren banget dengan bule kaukasia-nya. Tapi ya…itu kan mereka di mata saya. Ternyata saya di mata mereka juga bikin iri
Maksud saya menulis di awal tahun dengan tema kayak gini adalah…
Berhentilah memanggil, atau mencela, atau kemudian menjadikan seseroang dengan lelucon fisik. Udah gak jaman, itu cuma menunjukkan kerendahan kelas kalian.
Teman saya yang membully saja itu bahkan sudah menetap di luar negeri, sangat cerdas dalam menulis, tapi entah kenapa, bercandaannya masih aja gak asik. Heran…
Ini resolusi saya di tahun 2012, deh.
Gak usah ribet mau yang macem-macem.
Saya cuma mau berjanji, saya gak akan menjadikan fisik dalam lelucon, selucu atau mungkin sebercanda apapun itu. Buat saya mungkin lucu, tapi buat yang saya cela atau bercandain? Mungkin tidak.
Selamat hari Senin, teman-teman

hmm, saya juga ga menganggap lelucon yang berbau fisik lucu
kesasnnya kurang cerdas. selamat hari senin mbak \o/
ani ani….
maksud aku bukan ani nya roma irama yah mba karena jujur aku ga tau muka ani yg dimaksud roma gimana
maksudku disini ani yudhoyono
Selamat tahun baru Yessy…
Semoga tahun ini bisa lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya..
Dan semoga kita semakin arif menghadapi segala celaan, dan semakin berfikir keras sebelum mencela seseorang…
Eh ketinggalan…
Sebab, mencela makhluk itu sama saja dengan mencela Penciptanya..
satu yang tabu buatku: mencela fisik seseorang atau membandingkannya dengan orang lain….secantik apapun orang itu menurut kita.
Dulu kalau aku memperkenalkan Gen pada temanku, aku selalu bilang: mukanya seperti pemain catur terkenal Jepang. TAPI dia tidak suka disamakan dengan orang itu. Dan aku berhenti memakai perumpamaan spt itu, dan siapkan saja fotonya di HP.
Dan aku juga pernah tidak suka waktu ada seseorang yang membandingkan aku dengan seorang artis “gendut” …padahal memang aku gendut!.
Karena aku tidak suka dibandingkan dgn orang lain (apalagi yg jelas-jelas lebih jelek), maka aku tidak pernah membandingkan orang lain juga.
BULLY memang bukan hanya barang/fisik tapi juga perasaan. Meskipun kita tidak akan tahu jika ybs tidak mengatakannya.
Semoga kita selalu menghormati orang lain, apapun fisik dan hati mereka.