Tuhan Maha Adil.

Beberapa waktu lalu, saya sempatkan diri saya menemani seorang teman perempuan saya berbelanja dress di sebuah butik di kawasan Kemang. Alasannya saya menemani dia karena dia yang meminta, katanya dia butuh pendapat untuk memilih dress yang akan dia beli.

Oh, cuma perkara butuh pendapat, saya tinggal bilang bagus pada apapun pilihannya, selesai. Toh teman saya pada dasarnya memiliki tubuh yang bagus dan kulit yang indah, gampanglah kalo cuma perkara milih baju doang.

Tapi ternyata saya terlalu cepat memutuskan.

Sesampainya di butik yang dimaksud, teman saya belum juga memutuskan mana dress yang akan ia coba. Padahal puluhan pilihan dengan warna dan model yang menarik bahkan seperti memanggil-manggil untuk dikenakan. Haih…

Saya lantas mengambil langkah lebih jauh untuk memilihkan beberapa pakaian dan menyuruh teman saya untuk mencobanya di ruang ganti. Tapi, tau apa katanya?

“Duh Yess…gue gak berani pake warna warni beginiiii, kulit gue pucettt, gak bagus dipadu sama baju warna begini…”

Dan saya…yang notabene memiliki warna kulit jauh lebih gelap dari teman saya itu hanya bisa melongo.

Tak perlu saya ceritakan bagaimana akhir dari belanja tersebut.

Saya cuma bingung, bagaimana seseorang bisa menjadi sebegitu membosankan hanya karena memiliki kulit yang pucat.

Kulit teman saya itu kuning langsat. Cantik. Beda dengan saya yang kata orang item.

Kebayang gak kalo dia yang punya warna kayak kulit saya? Mungkin dia cuma berani pake warna hitam dan putih. Aih, membosankan sekali…

Memang kalo kemudian kulit saya hitam sama gak boleh pake warna merah? Gak bisa pake warna ungu? Atau malah bikin sakit mata orang karena pake warna kuning?

Terus karena saya item, saya jadi gak boleh pake eyeshadow hijau? Atau lipstik merah darah? Atau mungkin blush on pink?

Hufft…

i was like sooo bersyukur sama Tuhan, karena at least…selain dikasih kelebihan pigment item, saya juga dikasih PD lebih untuk bisa cuek aja pake warna-warna yang saya mau.

Lagian, it’s not the matter of your skin tone anyway…its just the matter of how you express and make the statement of your style. Segampang itu aja siy…

 

And again...

Syukur juga saya kerja di kantor yang banyakan orang asingnya. Jadi dari pada ribet sama kulit yang item, mereka malah kagum dan sirik sama kulit tanned saya. Amien. Tuhan maha adil.

 

Hell yeah! :)

 

 

6 pemikiran pada “Tuhan Maha Adil.

  1. Imelda mengatakan:

    warna memang kesukaan masing-masing, meskipun jika mendapat hadiah warna yang bukan kebiasaanku, aku akan pakai juga. Lain halnya kalau musti beli sendiri, PASTI akan berputar-putar ke warna kesukaan saja.

    Tapi seperti yang kamu bilang, aku yang berkulit coklat itu memang merasa bahwa orang yang berkulit putih/kuning langsat itu bisa pakai warna apa saja. Tapi mungkin saja mereka tidak berpikiran begitu. Malah aku pikir mereka yang berkulit hitam legam lebih berani pakai warna macam-macam. Itu tergantung percaya diri saja sih. Dan kebetulan temanmu itu tidak PD…. dan sebetulnya itu menyusahkan teman yang menemani. Kalau orang yang PD ngga akan minta kamu temani… so beware aja kalau dimintai tolong temani pilih baju, kejadian yang sama akan terjadi lagi.

    dari aku yang bingung kalo cari baju, bukan krn warna tapi krn size hahaha

    met tahun baru ya yess… apa kabar? ;)

  2. Afdhal mengatakan:

    ahhh keduluan mbak imell

  3. wahyu asyari m mengatakan:

    item orang indo itu kan eksotis mbak :D

  4. nh18 mengatakan:

    “Casing” tidak begitu penting …

    Yang penting “Fitur” nya …

    Setuju ???

    Salam saya

  5. WONGJOMBLO mengatakan:

    TUHAN MAHA ADIL BAGI YG DIKEHENDAKI

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s