Salah Gak?

Di ngerumpi.com lagi rame banget tulisan-tulisan inspiring tentang fisik perempuan. Tentang bagaimana seharusnya perempuan bisa menghargai kecantikannya sendiri, tanpa harus mau dibohongi oleh semua iklan pemutih atau produk yang katanya bisa memutihkan kulit dalam waktu cepat itu.

Di semua tulisan itu, kita sepakat, kalo manusia pada dasarnya diciptakan unik dan tidak seragam. Jadi bukan perkara cantik atau tidak. Karena semuanya sempurna. Catet tuh ya…sempurna. Setuju kan?

Nah, lantas juga…kita bicarakan mengenai orang lain yang memberikan penilaian cantik atau tidak. Katanyalah gak usah dengerin mereka ngomong apa. Tonjok aja kalo ada yang ngatain kita jelek. Fisik ini kan udah ciptaan Tuhan, jadi kalo situh mau ngatain, situ sama aja ngatain Tuhan. Setuju juga kan ya? Saya siy setuju, nih.

Permasalahannya kemudian di sini…

*tarik nafas panjang*

Adalah hak semua orang untuk kemudian berupaya dan berusaha untuk mempercantik dirinya atau membuat dirinya terlihat lebih menarik.

Sebagian orang *nunjuk diri sendiri* suka ke salon. Suka menghabiskan waktu dan uang untuk bisa facial dan membuang sel-sel kulit mati dengan harga yang tidak murah. Saya suka keluar dari salon dengan rambut stylish berurai di bahu saya. Saya suka menatap cermin melihat perempuan dengam rambut yang rambutnya liar kayak habis dipake gituh…

Salah?

Sebagian orang juga *nunjuk diri sendiri lagi* suka berburu diskon. Saya siy rela aja ngantri demi mendapatkan sepatu, tas, atau dress backless yang saya inginkan dengan diskon sampe 70%! Saya suka aja ngeliat diri saya dalam dress-dress itu. Walaupun mungkin siluetnya tidak seindah model di catwalk. Seenggaknya saya ngerasa kaki saya seksi dan tambah aduhai dengan sepatu lancip 13cm itu. Iya, itu saya?

Salah gak, ya?

Terus-terus kalo dandanan kayak gimana? Sebagian perempuan juga *iya, saya juga ini siy…* suka melukis wajahnya dengan peralatan make up. Saya suka membingkai alis wajah saya dengan pensil alis. Lantas membentuk cat eye di mata saya. Mengoleskan rona merah jambu di kedua pipi saya…lalu memberikan sentuhan kecupan di bibir dengan warna menggoda. Pokoknya dandanan yang katanya bikin saya kayak perempuan penggoda suami orang, binal, atau mungkin nakal?

Salah gak tuh? Ini saya nanya lo, dijawab kek…

Karena kalo gak salah. Kenapa omongan orang untuk perempuan macam itu *IYA MAKSUDNYA SAYA* jahat, ya?

Maksunya, saya punya lo, gank cewek yang kayaknya gak suka banget sama apaaaa aja yang saya lakukan. Beneran, apa aja. Dibilanglah katanya saya terlalu berusaha. Eh halooo, terlalu berusaha dari mana boss?!?!

Sini cuma suka dandan. Suka nyalon. Suka pake baju seksi dan beli pake DUIT SENDIRI.

Apanya yang terlalu berusaha siy? Mm?

“Kalo muka situ udah pas-pasan…ya gak usah juga terlalu lebay dalam urusan ngegaya, gak tambah keren kok. Beneran.”

Asli saya pengen banget nampol orang yang ngomong kayak gituh barusan. Satu, saya gak merasa pas-pasan tuh. Saya siy merasa kece. Kalo situ merasa pas-pasan, ya gak usah ngajak-ngajak deh ya. Yang gak PD kan situ, bukan sinih.

Dua. Perempuan itu pada dasarnya dikasih keleluasan buat bereksplorasi dan berekspresi dengan dirinya. Yang mau heboh, monggo…yang gak mau, ya gak papa jugaaaa…gituh aja kok repot.

Kan katanya harus manghargai sesama. Menghargai semua orang itu unik dan gak seragam. Jadi ya hargai juga dong cara mereka berdandan dan bergaya. Setuju? boleh ya?

 

Jadi, next time, kalo kalian ngeliat perempuan berisi, tanned skin dengan rambut panjang berantakan kayak orang habis dipake, plus berisik dengan sepatu tik-tok 12cmnya, dan melangkah super percaya diri dengan rok mininya. Mungkin itu saya.

Saya suka dengan gaya kayak gituh.

Kalo situ gak suka, masalah situh deh ya. Tapi jangan juga jadi perempuan kurang kerjaan yang sibuk dan nyinyir menilai dan melihat saya. Apa lagi kemudian komen gak penting, yang sekiranya bikin kuping saya terbakar.

Ini gaya gue. Suka-suka gue. Gak suka? GAK USAH LIAT.

 

Terima kasih.

 

 

 

About these ads

8 pemikiran pada “Salah Gak?

  1. ahahahhaha… sabar yes sabar… seperti yang kamu bilang, biarkan saja orang menilai kita semau mereka. pekakkan saja telinga dan terus melaju

    *ngikik inget curhatnya yessi*

  2. iklan-iklan itu memang kadang agak gimana gitu, semacam menanamkan ke benak masyarakat bahwa wanita yang cantik itu harusnya begini dan begini. salah? menurut saya ndak juga, wong namanya iklan. seperti iklan marlboro yang mengesankan pria jantan ala cowboy texas, setelah sebelumnya mereka gagal memasarkan rokok ini sebagai rokok perempuan. ndak salah, mereka kan jualan.

    yang salah adalah, misalnya, iklan yang menceritakan ada mbak-mbak ditinggal cowoknya dengan cewek lain, trus sudah mau nikah, trus si cewek yang ditinggal pake pemutih, jadi cling-cling, akhirnya si cowok balik lagi, dan (bodohnya) diterima begitu saja. itu iklan goblok sangat. yang ini bukan semata soal fisik, menurut saya ada unsur merendahkan perempuan.

    kalo ngomong soal fisik mungkin bisa ditanyakan ke masing-masing orang, sampeyan nyaman ndak dengan kondisi sekarang? apa adanya, item, kumal, bersisik (plak!), misalnya lho ya…

    kalo ternyata memang nyaman, dan itu ndak berpengaruh ke “keakuannya” juga ndak ada efek negatif ke lingkungannya ya sudah. tapi kalo ada orang yang lebih nyaman kalo terawat, rutin facial, suntik vitamin c, creambath, meni pedi, ya monggo, selama itu ndak ngganggu yang lain, dan, ini menurut saya penting, bukan segala perawatan itu yang membuat dia merasa “jadi orang”, soalnya saya takut yang seperti ini bisa berakibat dia menganggap yang ndak melakukan segala macem perawatan itu “kurang menjadi orang”.

    kalo saya pribadi, saya lebih suka istri saya melakukan perawatan. saya lebih suka istri saya mukanya halus, ndak jerawatan, wangi, sukur kalo bisa lebih putih. ndak salah juga tho? :smile:

    ngomong-ngomong, komentar saya kepanjangan kayaknya. mohon dimaapkan mbakyu.

  3. ah kalau orang seperti kamu aku sih masa bodo…. pake duit sendiri kan. Malah aku lebih mikir orang yang SEHARUSNYA bisa lebih cantik TAPI tidak mau BERUSAHA kelihatan cantik. Rambut ngga pernah disisir, pakai lipstik sembarangan di atas bibir kering. Ada tuh temanku….. eh tapi bukan urusan aku dong kalau dia begitu, wong suaminya aja ngga komplen hihhihii.
    Mbok yo pelihara dong wajah/badannya. Apalagi orang yang sebetulnya bisa seksi dan cantik tapi dibiarin ndut **nunjuk diri sendiri** hahahaha

    sekali lagi soal FISIK, I don’t care!
    TAPI I care kalau orang itu CANTIK, PINTAR dan KAYA + LANGSING… sepertinya dunia kok ngga adil dengan adanya orang kayak gitu huehuehueheue

  4. Tapi mbak… saya sukaaaaa!!! Hahaha… Saya jg sering heran sama yang suka komen2 kalau saya dandan pake eyeshadow yang match sama warna baju yang saya pakai. Atau pakai jilbab yang modelnya mungkin bikin orang males ngebayangin cara pakainya…

    sirik aja kali ya mereka.. *kibas jilbab*

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s