We’ve only just begun to live
White lace and promises
A kiss for luck and we’re on our way
We’ve only just begun
Before the rising sun we fly
So many roads to choose
We start our walking
And learn to run
And yes! We’ve only just begun
(*) Sharin’ horizons that are new to us
Watchin’ the sings along the way
Talkin’ it over just the two of us
Workin’ together day to day, together
(**) And when the evening comes we smile
So much of life ahead
We’ll find a place where there’s room to grow
And yes! We’ve only just begun
Saya mengenal lagu ini ketika Sabtu kemarin mbak Shasha memamerkan karyanya diiringi lagu tersebut. Entahlah, apa mungkin lagunya yang mellow mendayu-dayu, atau mungkin memang karyanya mbak Shasa yang menakjubkan. Saya sempat berkaca-kaca.
Kemudian ketika saya mencari lagu tersebut di You tube. Saya kembali seperti sedang jatuh cinta.
We’ve only just begun.
Tidak ada hubungannya dengan saya yang sedang memulai hal baru. Tidak begitu.
Tapi saya rasa lagu ini mewakili semua perasaan orang yang memiliki pasangan…entah itu baru atau sudah lama…Rasa-rasanya tidak ada yang salah dengan judul lagu dan segala lirik dan isinya…
We’ve only just begun.
Ada saya dan suami saya yang baru enam tahun, beserta cemburu-cemburu yang perlu dan tidak perlu.
We’ve only just begun.
Ada teman saya dan pasangannya yang baru saja jadian minggu ini…Penuh rindu walau baru sedetik tak bertemu.
We’ve only just begun.
Dan semua kekasih-kekasih dalam pengharapan yang mendalam. Dengan cinta baru dan mimpi-mimpi yang bersemayam di dini hari.
Cinta. kita memang baru memulainya.
Untuknya, kita akan berusaha.
Kenapa?
Karena cinta itu mempertahankan, bukan membiarkan. -Adi Ismail.
Katanya, ini hari valentine. Saya siy gak perduli. Jadi, Selamat hari Selasa teman-teman

We’ve only just begun.
Jieeee yang baru jadiaaaaa :p
Ah, Kak! Siapaaaa?
)
siapa mbak siaapa yang baru jadian..
)
punya kabar baik ndak bagi-bagi kayaknya niyy
)
sweet words…i like it…