Ingatan Kebaikan.

Cita-citaku hanya satu. Melihatmu bahagia.

Selayaknya lukisan indah yang sejatinya berasal dari kanvas putih.

Sesedarhana itu aku ingin mencintaimu.

Aku ingin bersumpah dengan segala maki dan caci.

Anehnya semua kata tersamar dalam gerakan ambigu yang ragu-ragu.

Aku berpegangan pada ranting retak yang sendiri terbiarkan di pohon tua yang mati.

Seperti nyaris sia-sia aku berharap tanpa daya.

Ada aku yang memerah marah.

Ada kamu dan waktu yang membisu di sudut salah.

 

Jika suatu saat aku pergi. Aku ingin tau, adakah kelak kau menahanku berhenti?

Pada suatu senja yang basah.

Kita pernah berbincang-bincang tentang konsep sebuah amarah.

Seberapa parah dia bisa berserah?

Lantas kau bicara dan bersuara.

 

“Kelak jika aku marah pada suatu kesalahan yang kau lakukan, sengaja atau tidak. Aku berjanji akan tetap di sini. Bukan, bukan berarti lantas aku berkompromi dan membenarkan kesalahanmu yang tidak aku sukai. Bukan itu alasan ku bertahan.”

Aku yang sedang berlinang air mata yang membasah-basah di pipi dan jatuh ke kaus kumal yang sedari pagi aku pakai, kemudian hanya menyahut.

“Lantas?”

“Aku akan bertahan untuk hal-hal yang pernah kau lakukan untuk aku bahagia, untuk aku yang bersuka, untuk kita yang tertawa dan berpeluk dalam canda. Aku mungkin membenci dan mengutuk kesalahan-kesalahanmu. Tapi semua hal yang teringat dan terekam memoriku akan hanya terus memainkan babak demi babak kebaikanmu. Untuk itu, aku akan bertahan.”

 

 

Ingatan dan memori yang manis kadang menghilangkan kebaikan dan keburukan yang jahat. Pernah kah kalian sadar? Kebencian kalian yang terbalut marah, bisa perlahan pupus dan musnah dengan skenario ingatan kebaikan?

Abaikan saja tulisan di atas. Ini hanya kumpulan kalimat yang terinspirasi dari sebuah film berjudul The Vow.

About these ads

4 pemikiran pada “Ingatan Kebaikan.

  1. Dalam salah satu ayat Al-Quran, Allah berfirman: “janganlah kamu terlalu benci sesuatu, karena bisa jadi ia akan baik bagimu. dan janganlah kau terlalu menyukai sesuatu, karena bisa jadi ia akan buruk bagimu”.

    Jadi, seperti lagunya Vetty Vera, Yang Sedang Sedang Saja… *goyang dangdut* :D

    Apa kabar Yessy? Lama tak bersua di sini..

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s