Surat Untuk Sahabat.

Dear Lala, Ria, dan Puak.

Kita pernah begitu dekat hingga hari-hari yang berlalu akan penuh dengan cerita, gelak tawa, dan cita-cita kita. Saat tangan kita sibuk bekerja dan meraih mimpi, ada sebagian lagi lembar hidup kita yang berisi coret-coret lucu menggemaskan tentang segala yang terjadi hari itu. Tentang gebetan terbaru lala, tentang seragam taksi Puak, serta server kantor Ria yang terus ngadat. Iya, bakar aja Ya…bakar! :)

Iya, hari-hari itu pernah ada. Aku yakin kalian masih ingat.

Lantas karena kita juga manusia, empat orang perempuan dewasa yang penuh dengan ego dan hati yang terkadang sensitif melebihi test pack alat uji kehamilan tersebut. Kitapun bertengkar, berdebat, dan entah bagaimana caranya…masing-masing dari kita akan “seperti” bermusuhan, dan kembali berbaikan dengan bantuan teman yang lain.

Masih ingat hari di mana kita akan sibuk dan gaduh di Yahoo mesanger?

Masih ingat hari di mana kita juga akan sibuk merusuh di wall FB mbak EM?

Masih ingat betapa kita dulu pernah amat sangat dekat? Hingga tawa dan tangis yang kita bagi menjadi seperti manik-manik cantik yang berbentuk gelang, dia abadi melingkari hati.

Kita, pernah begitu dekat, pernah begitu erat…hingga sapa dan tawa akan kita nikmati, bahkan ketika kita tak pernah berbagi satu titik tempat yang oksigennya kita hirup bersama.

Jakarta, Surabaya dan Riaubahkan jauh ke Jepang ke rumah mbak EM tersayang…pernah menjejak langkah kita. Sejauh itu, semudah itu. Kita pernah bergandengan dan berjalan di tapak persahabatan.

Lantas kemana kalian sekarang?

Aku ingin cerita tentang Panasnya Jakarta yang melegamkan kulitku yang sudah hitam, tentang Fauzi Bowo yang nekad mencalonkan diri lagi jadi Gubernur. Aku ingin berbagi mimpi tentang aku yang akan menjadi career coach handal dalam lima tahun ke depan. Terlebih, aku ingin dengar cerita kalian. Tentang Surabaya dengan sambel udang bu Rudy, atau mungkin Riau yang gersang yang jarang dijatuhi hujan? Sudahkan kalian liat seragam taksi barunya Puak?

Aku masih simpan semua yang pernah kita jalani dalam kotak kenangan. Terkadang kotak itu teronggok usang berdebu di sudut ingatanku tentang kawan. Tapi sesekali, aku buka kotak itu, penuh dengan pita warna-warni dan renda-renda lara serta bahagia.

Aku kangen…Iya…sepanjang ini aku bertutur, aku hanya akan sampai pada satu titik itu.

Rindu.

Semoga kalian semua baik-baik saja. *peluk semuanya*

About these ads

5 pemikiran pada “Surat Untuk Sahabat.

  1. huaaaaaaaaaaaa…inget foto itu di omah sendok kan? inget bulan April yang kita pernah majang foto gelo ber 4 :D dan ya..aku juga kangen! apa daya keadaan, jarak dan kesibukan kadang membuat kita kerkesipung dengan dunia sendiri…

    ahhh kangen kalian, kangen mbak imel, kangen temen2 blogger :(

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s