Hujan baru saja turun membasahi Jakarta di akhir Minggu yang penat dan letih. Ya, setidaknya buat saya pekan ini sungguh melelahkan. Jauh berbeda dari yang biasa saya kerjakan, belajar, sambil tetap melakukan tugas utama.
Bergelas-gelas kopi saya buat untuk melawan dingin ac kantor yang lebay. Mengganjal kantuk yang sepertinya menggelayuti mata. Dan mencoba menyeimbangkan otak dari menyerap banyak dan banyak informasi sekaligus.
So far so good.
Itu saja dulu yang bisa saya kemukakan saat ini.
I like everything about the office. Nuasanya memang beda. Tingkat kedewasaan dan cara mereka berinteraksi juga beda. Gak seperti kantor dulu yang bisa sembarangan bilang “Fuck you” sambil ketawa-ketawa.
Ah…
Ini cuma masalah belum terbiasa. Saya ingat pertama kali saya masuk di Monroe juga kerjaannya bbman sama teman-teman di kantor sebelumnya. Kangen. Rindu. Sudah pasti itu
Di tengah dingin dan kantuk yang menyerang, bb butut saya bergetar.
Teman: “Yess, i just got a job in your previous client. This month gonna be my last in this company”
Saya: “Err…di tempat sekarang udah setahun belum siy?”
Teman: “Baru delapan bulan.”
Saya: “Di mana?”
Teman: “Di S######”
Saya: “Hah?!!?!??”
Kagetnya lebay memang, karena saya tau posisi itu, tau budgetnya, tau compensation and benefitnya. Dan…tau juga segala tantangan dan kesulitan disana. Terakhir, saya sempat meeting dengan MDnya dan menceritakan segala kesulitan yang saya hadapi dalam mencari kandidat untuk perusahaan tersebut.
Teman: “It’s a very good offer, Yess…”
Saya: “Then goodluck…”
Jakarta malam dinginnya cukup menggigit. Hujan yang deras basahkan semua yang tampak tak terkecuali.
Sebagian orang mengutuki macet dan bersumpah serapah sembari menepikan kendaraannya. Sebagian lagi sudah di rumah, berselimut dengan orang-orang yang tersayang, memegang segelas coklat hangat. Dan berbincang santai tentang cerita hari itu.
Sejenak saya memikirkan teman saya.
Sekejap kemudian. Saya ambil bb butut saya kembali.
Saya: “Kira-kira di tempat baru lo nanti, lo bisa pulang tenggo gak?”
Teman: “Yess…bisa pulang jam setengah 8 aja udah paling sore…”
Saya tersenyum.
Ah ya…kebutuhan kan beda-beda. Keinginan juga macam-macam. Hidup adalah pilihan. Dan bagaimana kita memutuskan pilihan itu adalah cara kita mengendalikan kualitas hidup. Setidaknya, itu menurut saya.
PS:
Kalian lagi apa?
Saya, Tangguh dan ayah sudah di kasur sambil nonton Tv. Saya sambil ngetik postingan ini juga, siy
lagi blogwalking ini mbak. hihi
lagi ngantuk
lagi baca blog mbak yessy
lagi blogwalking sambil kerjain terjemahan #hasilnya terjemahanpun terbengkalai#
Jakarta ketika hujan memang indah ya, mbak.. Apalagi sambil mikirin hidup dibalik kaca jendela mobil.. sampai akhirnya keluar parkiran terus ketemu macet deh. hehe
Btw, salam kenal dari blog sebelah ya mbak..