TRAVEL(LOVE)ING.

Perjalanan adalah tentang menemukan.

Beberapa orang menemukan pengalaman, teman, atau bahkan pasangan.

Beberapa yang lain melakukan perjalanan untuk kembali ke masa lalu, beberapa waktu, saat dirinya masih sendiri, kala pedih belum menemani.

Kiranya itu yang ingin diceritakan dalam buku Trave(Love)Ing.

Empat manusia yang yang sedang patah hati, dan melakukan perjalanan ke suatu tempat untuk kebutuhan akan sesuatu, melupakan.

Siapa yang bisa dengan cepat melupakan mantan? Orang terkasih yang pernah begitu dekat mengisi hari dan hati. Orang terkasih yang pernah kita harapkan akan menjadi pasangan di masa depan. Orang berarti yang sejatinya ingin kita lengkapi.

Saya pikir tidak ada.

Suatu perjalanan untuk menemukan lantas kembali melepaskan sang mantan tentu butuh prosesnya sendiri. Ada yang mudah, ada yang sulit. Saya sendiri berpikir melupakan mantan itu mustahil. Kita tidak akan pernah benar-benar melupakan mantan pacar. Kita hanya akan belajar untuk hidup ke depan tanpanya.

Adalah Dendi Riandi, Roy Saputra, Mia Haryono, dan Grahita Primasari. Empat orang yang bersahabat dan melakukan perjalanan ketika mereka sedang patah hati.

Perjalanan ini mereka lakukan sendiri-sendiri, terpisah dari satu dan yang lain. Berbalut cerita patah hati, masing-masing ingin berbagi kisah mereka dengan kpengalaman dan gaya masing-masing. Ringan, santay, dan renyah.

Kita dapat membaca kisah ini sambil tersenyum dan berkata; “Ah, cerita ini, gue banget!”

Ikut terharu pada kenangan luka mereka yang kembali menganga sekelebat kenangan yang mereka buka untuk pembaca. Ikut bahagia pada setiap ketegaran yang mereka bagi. Buku ini bisa kita nikmati kapanpun dan dimanapun. Sedang, atau untuk kalian yang tidak patah hati. Tidak cengeng dan lebay.Mengalir saja, tanpa perlu keras berpikir.

Pada akhirnya, kita akan berkesimpulan bahwa perjalanan yang diceritakan di buku ini adalah tentang mengobati hati. Menyembuhkan luka. Dan kembali pada diri yang baru.

Saya sendiri baru membacanya sampai halaman 121.

Ingin segara menuntaskannya. Sukak! :)

Buku ini tentang move on, tentang manusia yang suatu saat tidak harus selalu berpegangan. Pada masanya, kita akan dipaksa untuk melepaskan, dan melanjutkan kehidupan.

So, for all of you the writer of this book. @gelaph @dendiriandi @myaharyono @saputraroy

I pray you, best of luck.

I pray you, best of everything.

But most of all, i pray you for new love. And every single happiness will surround you and your love one.

I thank you for the book, the wonderful and crazy stories. Keep writing! Keep loving! :)

Ps for Dendi:

Aaaakkkkkk, i cannot thank you enough for giving this book! I cannot stop reading it since first page! And the best thing of it, every story that you guys share encourage me to one feeling that always up and down. Finish my book! LOL

So Dendi.

Berjalanlah.

Tapakkan kakimu pada jalan yang terkadang terjal, berkelok tajam, serta berbatu-batu.

Jika cinta semata adalah tentang usaha, pastikan kau kerahkan seluruh tenaga.

Menolehlah suatu waktu pada subuh. Tempat dimana nelayan dan perahu mulai bersauh.

Aku medoakanmu untuk hatimu, untuk cintamu yang baru. Maka sirnalah semua lara.

Akan kuserbu dirimu dengana bahagia, dan segala suka cita, untukmu…semata :)

About these ads

3 pemikiran pada “TRAVEL(LOVE)ING.

  1. kemarin minggu berkesempatan mengunjungin salah satu toko buku ternama sembari nunggu janjian dengan teman dlu semasa kuliah, nah pas lagi jalan2, ketemu setumpukkan buku dg judul trave(love)ing, penasaran sama isinya dan tag line awal dibukunya “hati patah, kaki melangkah”, saya pun menghampiri tumpukan tsb, kebetulan disana ada 1 buku yg sudah terlepas dari plastiknya, ahaha..jadilah saya membaca bukunya disana. Pas lagi bolak balik halaman saya sangat tertarik dg cerita salah satu dari penulisnya yaitu mas dendi (*ini bukan krn commen diatas saya beliau yaa..hehe), yg mengejar seorg wanita pujaan hatinya sampai ke negeri orang yaitu thailand, Waoowwww..saya saluuut (y), gaya penulisan yg apa adanya, dan kocak membuat saya ketawa2 sendiri pas baca bukunya, mudah2an nggk ada yg liat ya wktu itu, tapi sayang saya datang di akhir bulan, huhuhu, klo ada uang lebih aja langsung ambil itu buku dan bawa ke kasir trus bungkus deh, next time kudu balik lagi buat mewujudkan keinginan yg blum tersampaikan, sukur2 klo bisa dapet tandatangan ali ke 4 penulisnya ya..
    sukses selalu ya mas2 dan mba2 :D

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s